Kapolda Kalbar Cek Sumur Bor 22 Meter, Perkuat Sumber Air Karhutla di Bengkayang
- 01 Sep 2026 21:40 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Bengkayang - Ketersediaan sumber air menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkayang. Oleh karena itu, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, mengecek langsung sumur bor yang dibangun Polres Bengkayang di Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, pada Senin 31 Agustus 2026.
Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 22 meter. Dalam pengecekan, Alberd melihat langsung kondisi sumber air sekaligus hasil uji coba debit air yang dinilai cukup baik untuk mendukung kebutuhan pemadaman dan pendinginan saat terjadi karhutla.
Pengecekan tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Kapolda Kalbar bersama jajaran pejabat utama Polda Kalbar ke wilayah hukum Polres Bengkayang. Kedatangan rombongan diterima Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, bersama jajarannya.
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar mengatakan, keberadaan sumur bor dapat menjadi salah satu alternatif sumber air ketika petugas menghadapi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau ketika sumber air permukaan berpotensi berkurang.
“Keberadaan sumber air menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat penanganan Karhutla, terutama dalam kondisi kemarau panjang dan angin kencang yang membuat api cepat menyebar,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi sumber air di wilayah Bengkayang relatif lebih mudah ditemukan dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Barat. Pada wilayah tertentu, pengeboran bahkan harus dilakukan hingga lebih dari 60 meter untuk memperoleh sumber air.
Karena itu, ia meminta sumber-sumber air yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran terus dipetakan sehingga dapat diketahui titik yang bisa digunakan petugas ketika terjadi karhutla.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan pembangunan sumur bor di Dusun Melapis merupakan salah satu upaya menambah pilihan sumber air bagi petugas di lapangan. Selain untuk pemadaman dan pendinginan, sumur tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar ketika membutuhkan air.
“Sumur bor ini nantinya tidak hanya untuk kepentingan pemadaman dan pendinginan Karhutla, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam kondisi tertentu yang membutuhkan sumber air,” jelasnya.
Setelah mengecek sumur bor, Kapolda Kalbar melanjutkan peninjauan ke Posko Tanggap Bencana Karhutla dan Posko Kesehatan Tanggap Bencana di Mapolsek Sungai Raya. Kesiapan peralatan pemadam serta mess personel BKO Brimob Mabes Polri turut diperiksa.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan kesiapsiagaan penanganan karhutla dilakukan melalui sejumlah langkah, termasuk pemanfaatan sumber air, pemadaman dan pendinginan, ground checking, pemantauan titik panas, patroli terpadu serta respons terhadap laporan masyarakat.
Selain penanganan kebakaran, jajaran juga melakukan langkah untuk mengurangi dampak asap kepada masyarakat melalui pembagian masker, pemeriksaan kesehatan dan sosialisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....