Sumber Air Nihil, Pemadaman Karhutla di Lintang Batang Terkendala
- 01 Sep 2026 21:45 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Penanganan karhutla Dusun Lintang Batang
- Karhutla Kalbar
- Ketersediaan air
RRI.CO.ID, Kubu Raya – Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel mengatakan, sejumlah titik di kawasan Dusun Lintang Batang Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, hingga kini masih mengeluarkan asap. Daniel, memaparkan kondisi lahan terbakar di Lintang Batang sudah cukup luas.
Menurutnya, salah satu kendala utama yang dihadapi Satgas Darat dalam melakukan pemadaman adalah tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
“Untuk Lintang Batang sampai hari ini masih dalam kondisi berasap dan luasan lahan terbakar sudah cukup luas. Kendala yang dihadapi Satgas Darat adalah sumber air, bukan terbatas, tetapi nihil sumber air,” ujar Daniel, saat berada di lokasi karhutla, kawasan Parit Haji Muksin, Selasa, 1 September 2026.
Daniel menjelaskan, petugas bahkan harus mengambil air dari wilayah lain yang berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal.
“Tim pemadam yang sudah siap tidak maksimal melaksanakan pemadaman karena keterbatasan air,” ungkapnya
Selain pemadaman melalui jalur darat, upaya water bombing dari udara juga belum dapat dilakukan di kawasan Lintang Batang. Daniel menyebut kondisi jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan keselamatan dalam pelaksanaan water bombing.
Daniel menjelaskan, pelaksanaan water bombing membutuhkan jarak pandang normal sekitar 3.000 hingga 5.000 meter. Jika kondisi tersebut tidak terpenuhi, penerbangan memiliki risiko dan dapat melanggar standar operasional prosedur (SOP).
“Kenapa ada sembilan helikopter di Kalimantan Barat, tujuh ada di wilayah Pontianak, tetapi tidak bisa melakukan water bombing, misalnya di Lintang Batang, Ini masalah feasibility,” jelasnya.
Daniel mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran, mengingat kondisi di lapangan masih menghadapi keterbatasan sumber daya air.
“BPBD mendorong kepada masyarakat, mari kita bersama-sama menjaga, karena kesulitan kita dalam pemadaman adalah keterbatasan air,” pungkasnya.
Sementara itu, dalam peristiwa kebakaran di Dusun Lintang Batang, api juga membakar rumah milik warga bernama Sukandar. Selain rumah, sebagian kandang ayam dan kandang babi milik warga turut terdampak kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....