Karhutla Hanguskan Tiga Hektare Lahan Gambut di Mempawah

  • 30 Agt 2026 20:58 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Mempawah - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah RT 009/RW 003, Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Sabtu 29 Agustus 2026.

‎Menindaklanjuti informasi adanya titik panas, tim gabungan langsung melakukan verifikasi ke lokasi sekaligus melaksanakan upaya pemadaman. Kegiatan penanganan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

‎Kapolsek Sungai Kunyit Iptu Lodrick Taliak Hungan mengatakan, hasil verifikasi di lapangan menunjukkan kebakaran terjadi pada lahan dengan karakteristik gambut dengan perkiraan luas mencapai sekitar tiga hektare.

‎“Setelah menerima informasi adanya titik panas, kami bersama tim gabungan langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan upaya pemadaman,” ujar Lodrick.

‎Dari sekitar tiga hektare lahan yang terdampak kebakaran, tim gabungan telah berhasil melakukan pemadaman terhadap kurang lebih dua hektare. Sementara area lainnya masih terus dilakukan penanganan, pendinginan dan pemantauan.

‎“Dari perkiraan luas lahan yang terbakar sekitar tiga hektare, kurang lebih dua hektare sudah berhasil kami padamkan. Namun, karena kondisi lahannya gambut, kami tetap melakukan pemantauan dan pendinginan agar api tidak kembali muncul,” katanya.

‎Dalam penanganan tersebut, sebanyak delapan personel Polsek Sungai Kunyit diterjunkan. Mereka bersinergi dengan enam personel TNI, dua personel Kantor Camat Sungai Kunyit, Manggala Agni, Ketua DAD Desa Bukit Batu yang juga merupakan bagian dari Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Ketua RT 009 Desa Bukit Batu.

‎Dukungan juga diberikan tim pemadam kebakaran PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dengan kekuatan 15 personel.

‎Lodrick mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam penanganan Karhutla tersebut. Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas.

‎“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla ini. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, Manggala Agni, MPA dan pihak perusahaan sangat membantu percepatan pemadaman di lapangan,” ungkapnya.

‎Ia menjelaskan, karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Api dapat bertahan atau merambat melalui lapisan bawah permukaan tanah sehingga diperlukan pendinginan dan pemantauan secara menyeluruh meskipun api di permukaan telah berhasil dipadamkan.

‎“Yang menjadi perhatian kami adalah lahan gambut. Setelah api di permukaan padam, masih harus dilakukan pengecekan dan pendinginan secara menyeluruh karena titik api bisa saja masih berada di dalam tanah,” jelasnya.

‎Lodrick juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk membuka maupun membersihkan areal.

‎“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Kalau menemukan adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....