BI Kalbar Ungkap Tiga Makna Penting Bangga Rupiah
- 28 Agt 2026 13:57 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Tim Pengelolaan Uang Rupiah KPw Bank Indonesia Kalimantan Barat (Kalbar), M. Fatra Apriadi, menjelaskan tiga alasan masyarakat harus bangga terhadap Rupiah. Penjelasan itu disampaikan Fatra dalam kegiatan “Membangun Literasi Finansial Negeri: Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” diinisiasi Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI Kalbar di Aula Keriang Bandong Kantor perwakilan BI Kalbar, Jumat, 28 Agustus 2026.
Fatra mengatakan, Rupiah bukan sekadar alat transaksi sehari-hari, melainkan memiliki makna penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Alasan pertama, Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Mata uang tersebut lahir seiring dengan berdirinya negara dan perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan.
Menurut Fatra, penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi merupakan salah satu bentuk penghargaan masyarakat terhadap mata uang nasional yang menjadi alat pembayaran sah di wilayah Indonesia. Alasan kedua, Rupiah menjadi simbol kedaulatan bangsa. Keberadaan Rupiah mencerminkan Indonesia sebagai negara yang merdeka sekaligus memiliki kedaulatan atas wilayah dan perekonomiannya.
Ia menjelaskan, penggunaan mata uang asing secara luas di suatu wilayah dapat menjadi persoalan yang berkaitan dengan identitas dan kedaulatan negara.
Fatra mencontohkan Pulau Sipadan dan Ligitan yang pernah menjadi bagian dari sengketa Indonesia-Malaysia. Menurutnya, tingginya penggunaan Ringgit di kedua pulau tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting mengenai makna kedaulatan.
“Rupiah ini merupakan simbol kedaulatan bangsa. Jadi, ketika kita menggunakan Rupiah, kita juga menunjukkan bahwa kita berdaulat sebagai bangsa Indonesia,” kata Fatra.
Alasan ketiga, Rupiah berfungsi sebagai pemersatu bangsa. Mata uang nasional tersebut digunakan masyarakat dari Sabang hingga Merauke, di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang ekonomi. Menurutnya, keberadaan satu mata uang nasional membuat masyarakat dari berbagai daerah memiliki kesamaan dalam melakukan aktivitas ekonomi.
Rupiah juga menjadi bagian dari identitas nasional yang menghubungkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika melakukan transaksi barang dan jasa. Fatra menekankan, pemahaman terhadap Rupiah perlu ditanamkan melalui literasi keuangan agar masyarakat tidak hanya mengenal nilai nominal uang, tetapi juga memahami fungsi dan maknanya bagi negara.
Melalui kegiatan literasi tersebut, Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk semakin cinta, bangga, dan paham Rupiah serta menggunakannya secara bijak dalam aktivitas ekonomi. Kecintaan terhadap Rupiah, menurut Fatra, dapat diwujudkan dengan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Indonesia sekaligus menjaga dan memperlakukannya dengan baik.
Baca juga: UMKM Binaan BI Kalbar Tembus Ekspor dan Perkuat Akses Pembiayaan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....