Pemadaman Karhutla di Ketapang Melalui Water Bombing Belum Maksimal
- 17 Sep 2026 00:07 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Satgas Udara penanganan kahutla Kalimantan Barat (Kalbar) terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran lahan di Kabupaten Ketapang menggunakan helikopter water bombing milik BNPB, namun karena faktor jarak pandang (visibility) yang fluktuatif berdampak belum maksimalnya proses pemadaman.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar Daniel mengatakan, pada hari ini, Rabu, (16 September 2026) pagi, satu helikopter water bombing milik BNPB di Kabupaten Ketapang telah melakukan pemadaman karhutla, meski visibilitynya mendukung, namun tidak bisa terlalu lama.
"Visibility ini sifatnya fluktuatif, sehingga tidak bisa kita prediksi berapa lama rentan waktunya. Namun berdasarkan data terkini dari Bada Meteorolog , Klimatolog da Geofisik (BMKG) pada Rabu, 16 September 2026 pukul 16.00 petang sudah sangat jauh berkurang, jumlah titik panas (hotspot) kategori tinggi hanya ada 3 titik dari 330 titik dari hari sebelumnya dan tiga titik ini berada di Kabupaten Ketapang," kata Daniel kepada RRI Pontianak usai mengikuti briefing malam bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang Pusdalops BPBD Kalbar, Rabu malam.
Daniel menambahkan, sementara di jumlah hotspot kategori tinggi di 13 kabupaten/kota lainnya tidak ada (nol), tenyunya jumlah ini akan dilakukan ground check atau proses pengecekan untuk mencocokkan informasi administrasi dengan kondisi nyata di lapangan pada Kamis, 17 September 2026 besok.
"Ground check yang akan dilakukan besok untuk mengetahui apakah 3 titik api ini adalah api, atau apakah ada titik api yang ada di daerah lainnya yang tidak terpantau oleh satelit. Karena memang, satelit ini memiliki kekurangan terkait titik panas yang tidak terpantau dan terdeteksi," ucap Daniel.
Daniel menjelaskan, untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan, maka BPBD Kalbar perlu mengerahkan patroli darat dan udara untuk melakukan ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....