UMKM Binaan BI Kalbar Tembus Ekspor dan Perkuat Akses Pembiayaan

  • 22 Agt 2026 15:57 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - UMKM binaan Bank Indonesia Kalimantan Barat terus memperkuat kinerja melalui perluasan pasar, ekspor, kemitraan korporasi, dan akses pembiayaan.

Sejumlah produk UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Kalbar telah terserap jaringan offtaker korporasi, di antaranya Kelompok Tani Dare Nandung, Gapoktan Sejahtera, Ale-Ale Group, Kojal, 101 Coffee House, dan Pondok Pesantren Abdussalam.

Sejumlah UMKM binaan BI Kalbar juga berhasil menembus pasar ekspor, antara lain Betanun, PT Larasita, Taotoba, CV Dedeq Finger, PT Hutomo Niaga Borneo, Look Man Store, dan 101 Coffee House.

Sementara melalui kegiatan business matching, termasuk Saprahan Khatulistiwa dan Rabbani Khatulistiwa, nilai transaksi tercatat Rp4,208 miliar untuk penjualan dan Rp8,355 miliar untuk pembiayaan.

Capaian tersebut menunjukkan penguatan intermediasi yang dilakukan BI Kalbar dalam memperluas akses UMKM terhadap pasar dan pembiayaan. Kemitraan dengan korporasi juga membuka peluang bagi UMKM mendapatkan akses teknologi, jaringan, dan standar usaha.

Secara nasional, Bank Indonesia mendorong Gerakan Korporasi Gandeng UMKM untuk memperluas pembiayaan produktif dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, mengatakan penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong intermediasi keuangan semakin produktif sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi.

“UMKM yang tumbuh dapat menjadi usaha menengah, dan usaha menengah yang terus berkembang dapat menjadi korporasi baru Indonesia,” ujar Thomas saat membuka talkshow di Jakarta, 20 Agustus 2026.

Menurut Thomas, UMKM perlu meningkatkan produktivitas, memanfaatkan teknologi, memperluas pasar, serta terhubung dengan ekosistem usaha yang lebih luas agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

“Bank Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme, kolaborasi, dan aksi nyata,” katanya.

Talkshow bertajuk “Akselerasi Intermediasi Mendorong Kemitraan Korporasi dan UMKM Naik Kelas” tersebut merupakan rangkaian Karya Kreatif Indonesia atau KKI 2026. Kegiatan ini mengangkat semangat “Beudaya Meusare Sare” yang berarti berdaya bersama-sama.

Dalam KKI 2026, Bank Indonesia memfasilitasi business matching dengan target omzet dan business matching ekspor sebesar Rp446,9 miliar. Sementara business matching pembiayaan, termasuk pembiayaan hijau, ditargetkan Rp212,8 miliar.

Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Juda Agung, mengatakan pemerintah terus memperkuat dukungan kepada UMKM melalui pembiayaan terjangkau, insentif perpajakan, kemudahan ekspor, serta perluasan akses pasar.

“UMKM tidak hanya naik kelas ketika memperoleh pembiayaan, tetapi juga ketika memperoleh akses pasar, meningkatkan kapasitas, dan membangun kemitraan,” ujar Juda.

Juda menegaskan sinergi antara pemerintah, otoritas, korporasi, lembaga keuangan, dan pelaku UMKM menjadi kunci memperkuat ekosistem usaha nasional. Upaya tersebut diharapkan semakin mendorong UMKM Kalbar naik kelas, memperluas pasar, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....