Jaga Kesehatan Siswa, SMPN 1 Pontianak Pilih Belajar Daring

  • 28 Agt 2026 06:36 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Pembelajaran daring di SMPN 1 Pontianak
  • Pembelajaran daring efektif
  • Metode Pembelajaran

RRI.CO.ID, Pontianak - SMP Negeri 1 Pontianak kembali menerapkan pembelajaran secara daring di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak. Kebijakan ini dinilai menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan siswa sekaligus memastikan hak anak mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi.

Kepala SMP Negeri 1 Pontianak, Kiswanti, mengatakan pembelajaran daring dipilih karena kesehatan siswa menjadi prioritas utama dalam kondisi kualitas udara yang kurang baik. Menurutnya, meski pembelajaran daring tidak sepenuhnya dapat menggantikan interaksi tatap muka, sekolah berupaya memastikan proses belajar tetap berjalan secara optimal.

"Daring adalah satu-satunya pilihan terbaik dalam pembelajaran. Sehingga hak anak untuk mendapatkan pembelajaran juga tidak terabaikan, tapi kesehatan sebagai prioritas utama itu yang kita utamakan," ujar Kiswanti, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kiswanti menyebut, selama pelaksanaan pembelajaran daring, tingkat kehadiran siswa mencapai sekitar 95 persen. Selain itu, hingga saat ini pihak sekolah belum menerima keluhan dari orang tua terkait penerapan sistem pembelajaran tersebut.

"Alhamdulillah tidak ada komplain dari orang tua tentang pembelajaran daring itu. Artinya kita sama-sama menyadari bahwa inilah jalan terbaik dalam menghadapi situasi kabut asap ini," ungkapnya.

Kiswanti menjelaskan, sekolah juga tidak ingin membebani siswa dengan tugas yang berlebihan selama pembelajaran daring. Guru diarahkan untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan menyelesaikan proses belajar sesuai jadwal. Kiswanti juga mengatakan tidak semua mata pelajaran harus menghasilkan produk atau pekerjaan rumah dalam setiap pertemuan.

Berdasarkan evaluasi sekolah, pelaksanaan pembelajaran daring pada periode kedua saat ini dinilai lebih efektif dibandingkan periode sebelumnya. SMPN 1 Pontianak sebelumnya sempat melaksanakan pembelajaran tatap muka selama satu pekan sebelum kembali menerapkan sistem daring.

"Kalau di SMP Negeri 1 saya sampaikan bisa saya lihat cukup efektif berdasarkan evaluasi kami. Di periode kedua ini saya menilai jauh lebih efektif. Alhamdulillah respons dari orang tua juga positif," ungkap Kiswanti.

Menurutnya, siswa kelas VIII dan IX relatif lebih mudah mengikuti pembelajaran daring karena telah memiliki pengalaman menggunakan teknologi selama bersekolah. Sementara siswa kelas VII masih membutuhkan penyesuaian dan pendampingan dari orang tua.

Sementara itu, Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Pontianak, Dwi Karmila, mengatakan proses pembelajaran daring sejauh ini berjalan lancar. Sekolah telah mengatur jadwal pembelajaran dengan menyesuaikan kurikulum serta kondisi siswa.

Dwi mengatakan guru juga mempertimbangkan keterbatasan akses internet yang dimiliki setiap siswa. Karena itu, penggunaan aplikasi seperti Zoom tidak selalu dilakukan sepanjang jam pelajaran.

"Misalnya yang tiga jam, diusahakan Google Meet atau Zoom-nya itu satu jam yang pertama, sisanya penugasan atau diskusinya melalui WA grup," kata Dwi.

Selain mengurangi durasi penggunaan aplikasi konferensi video, guru juga berupaya menggunakan berbagai platform pendidikan agar siswa tidak jenuh karena terlalu lama berada di depan layar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....