Disdikbud Pontianak Pantau Efektivitas Pembelajaran Daring

  • 25 Agt 2026 19:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Kalimantan Barat terus memantau pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi siswa SD hingga SMP, di tengah kondisi kualitas udara yang masih tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Hermawan Eko Wibowo, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan pembelajaran daring tetap berjalan efektif dan memberikan layanan pendidikan kepada siswa meski kegiatan belajar tatap muka dihentikan sementara.

Menurut Hermawan, pengawasan dilakukan melalui pengawas sekolah yang memonitor pelaksanaan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan. Pengawas juga melakukan kunjungan ke sekolah untuk melihat secara langsung bagaimana guru memberikan pembelajaran secara daring.

Hermawan menjelaskan, dalam penerapan pembelajaran jarak jauh, guru tetap hadir di sekolah untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Karena itu, aktivitas guru menjadi salah satu aspek yang dipantau oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Kami di dinas pendidika bekerjasama juga dengan pengawas ya. Pengawas memang bagian dari kami Pak untuk memonitor sekolah-sekolah,” ujar Eko, Selasa, 25 Agustus 2026.

Selain pemantauan langsung, sekolah juga diwajibkan menyampaikan laporan terkait pelaksanaan pembelajaran daring. Laporan tersebut menjadi instrumen untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Hermawan mengatakan hingga kini pihaknya juga memantau berbagai respons masyarakat, termasuk keluhan orang tua siswa yang disampaikan melalui media sosial.

Ia mengakui penerapan pembelajaran daring memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Namun, menurutnya, keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi kondisi udara yang tidak sehat.

“Ini penuh pro dan kontra, tapi bagaimanapun juga kesehatan ini lebih kita utamakan,” kata Hermawan.

Hermawan menambahkan, kondisi kabut asap akibat karhutla menjadi tantangan yang harus diantisipasi dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan. Guru dan sekolah diharapkan mampu beradaptasi sehingga proses pembelajaran tetap dapat diberikan kepada siswa.

Disdikbud Kota Pontianak, lanjutnya, akan terus menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan perkembangan kondisi kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

“Tetap kami adakan pemantauan. Itu merupakan tugas kami untuk memastikan pelaksanaan pelayanan pendidikan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dengan pemantauan tersebut, Disdikbud Kota Pontianak memastikan pembelajaran bagi siswa SD hingga SMP tetap berlangsung selama kebijakan pembelajaran jarak jauh diterapkan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik dari paparan kabut asap karhutla.

Baca juga: Disdikbud Kalbar Beri Sekolah Fleksibilitas Hadapi Kabut Asap

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....