PJJ Cegah ISPA, SDN 14 Pontianak Hadapi Kendala Akademik
- 25 Agt 2026 18:26 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan SD Negeri 14 Pontianak Selatan selama kondisi darurat kabut asap dinilai efektif melindungi peserta didik dari paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala dari sisi akademik.
Kepala SD Negeri 14 Pontianak Selatan Marina Tambunan mengatakan, pembelajaran dari rumah dapat mengurangi risiko siswa terpapar kabut asap dan mengalami gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Selama pembelajaran jarak jauh di sekolah kami efektif melindungi kesehatan anak dari sakit ISPA akibat kabut asap karhutla,” kata Marina, Selasa, 25 Agustus 2026.
Meski demikian, Marina mengakui terdapat sejumlah kendala dalam efektivitas pembelajaran. Kendala tersebut antara lain keterbatasan fasilitas belajar di rumah, akses jaringan internet, serta pendampingan orang tua yang sebagian besar masih bekerja.
Selain itu, konsentrasi sebagian siswa dinilai mengalami penurunan karena selama PJJ mereka tidak mendapatkan pengawasan secara langsung seperti saat pembelajaran tatap muka.
Marina mengatakan, pihak sekolah memahami kondisi fasilitas dan latar belakang keluarga peserta didik. Karena itu, guru tidak memaksakan penggunaan internet secara penuh selama pembelajaran jarak jauh.
“Pihak sekolah ataupun guru-guru tidak terlalu memaksa untuk penggunaan internet full, karena kami tahu bagaimana keadaan latar belakang dan fasilitas rumah rata-rata di sekolah kami,” ujarnya.
Untuk menjaga proses belajar tetap berjalan, SDN 14 Pontianak Selatan memanfaatkan WhatsApp Group sebagai media utama komunikasi pembelajaran. Jadwal pembelajaran tetap disesuaikan dengan jadwal tatap muka, meskipun tidak seluruh kegiatan dilakukan melalui pertemuan virtual.
“Guru juga diarahkan menggunakan media pembelajaran yang sederhana dan mudah diakses siswa. Materi dapat diberikan melalui video, poster pembelajaran, Google Form, Google Slide hingga kuis interaktif,” imbuhnya.
Marina meminta guru tidak memberikan pembelajaran secara monoton dengan hanya memberikan tugas tertulis. Variasi media pembelajaran dinilai penting agar siswa tetap tertarik dan tidak mudah bosan selama belajar dari rumah.
Di sisi lain, sekolah terus melibatkan orang tua melalui penyampaian informasi dan surat edaran di grup komunikasi. Orang tua diminta mendampingi anak mengikuti pembelajaran sekaligus memastikan mereka tetap menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap.
Marina menilai komunikasi antara sekolah dan orang tua cukup membantu pelaksanaan PJJ. Pendampingan tersebut diperlukan agar siswa tetap mengikuti kegiatan belajar sekaligus terlindungi dari paparan kabut asap.
Sekolah akan terus menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik dan ketersediaan fasilitas di rumah selama pembelajaran jarak jauh masih diberlakukan akibat kondisi kualitas udara di Kota Pontianak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....