MUI Kalbar Imbau Umat Islam Gelar Salat Istisqa
- 27 Agt 2026 16:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat mengajak umat Islam menggelar Salat Istisqa untuk memohon hujan di tengah karhutla.
Ketua MUI Kalbar Basri Har mengatakan, ajakan tersebut disampaikan bersama Kanwil Kemenag Kalbar, IAIN, dan pengurus Masjid Raya Mujahidin.
Menurutnya, kondisi asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan serta krisis air bersih telah mengganggu aktivitas masyarakat.
Gangguan tersebut bahkan berdampak pada kegiatan belajar mengajar di sekolah hingga aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah.
“Dalam kondisi seperti ini, kita mengajak umat Islam untuk memperbanyak istigfar, bertobat dan memohon kepada Allah SWT,” ujar Basri Har di kediamannya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Salat Istisqa akan dilaksanakan pada Sabtu, dengan sejumlah amalan yang dianjurkan sebelum pelaksanaan salat.
Khusus petugas, Basri mengimbau untuk melaksanakan puasa sunnah selama tiga hari, yakni Rabu, Kamis dan Jumat.
Sementara seluruh jamaah dianjurkan memperbanyak istigfar, doa, sedekah, serta segera menunaikan zakat sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Umat Islam juga diminta menghindari perselisihan dan segera melakukan islah agar suasana kehidupan masyarakat semakin kondusif.
Basri mengingatkan jamaah yang mengikuti Salat Istisqa agar mengenakan pakaian sederhana, tidak berlebihan, dan menghindari penggunaan perhiasan mencolok.
Selain persoalan ibadah, MUI Kalbar kembali menegaskan larangan membakar hutan dan lahan apabila menimbulkan mudarat bagi masyarakat.
Basri menyebut pembakaran yang menimbulkan asap berbahaya hukumnya haram sesuai Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2016 tentang pembakaran hutan dan lahan.
“Jangan sampai pembukaan lahan dilakukan dengan cara membakar kemudian menimbulkan asap dan mudarat bagi orang lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketentuan pembukaan lahan terbatas untuk kebutuhan masyarakat tidak berlaku pada lahan gambut karena api dapat menyebar di bawah permukaan tanah.
Menurut Basri, pembakaran gambut berpotensi menghasilkan asap tebal yang sulit dikendalikan sehingga dampaknya dapat meluas dan membahayakan masyarakat.
MUI Kalbar berharap Salat Istisqa menjadi momentum memperkuat ikhtiar lahir dan batin sekaligus meningkatkan kepedulian umat menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....