ISPU Pontianak Capai 233, Udara Sangat Tidak Sehat

  • 26 Agt 2026 08:23 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Indeks ISPU di Pontianak mencapai 233 pada 26 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, termasuk kategori sangat tidak sehat menurut aplikasi ISPU Net.
  • Parameter PM2.5 menjadi pencemar kritis dengan nilai 233, melampaui standar batas aman untuk kualitas udara.
  • Kondisi udara sangat tidak sehat ini dapat meningkatkan risiko kesehatan pada segmen populasi yang terpapar, memerlukan perhatian dan tindakan mitigasi.

RRI.CO.ID, Pontianak — Kualitas udara di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat, berada pada kategori sangat tidak sehat. Berdasarkan data pada aplikasi ISPU Net, Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, indeks standar pencemaran udara (ISPU) tercatat mencapai 233.

Data tersebut menunjukkan PM2.5 menjadi parameter kritis dengan nilai 233. Kondisi ini mengindikasikan kualitas udara yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Selain PM2.5, sejumlah parameter pencemar udara juga tercatat dalam pemantauan. Konsentrasi PM10 berada pada angka 171, sedangkan sulfur dioksida (SO2) tercatat 13, karbon monoksida (CO) 22, ozon (O3) 7, nitrogen dioksida (NO2) 9, dan hidrokarbon (HC) 5.

Pada saat pengukuran, kondisi lingkungan Pontianak menunjukkan kelembapan 81,78 persen, tekanan udara 1.014 mBar, serta suhu 27 derajat Celsius.

Tingginya angka PM2.5 menjadi perhatian utama karena partikel tersebut berukuran sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Masyarakat, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak pencemaran udara, perlu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar ruangan.

Data ISPU Net tersebut juga memperlihatkan bahwa angka PM2.5 sebesar 233 telah masuk kategori sangat tidak sehat, sementara PM10 dengan nilai 171 berada pada kategori tidak sehat.

Masyarakat di Pontianak disarankan memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan pelindung pernapasan yang sesuai dan pengurangan aktivitas di area dengan paparan polusi tinggi dapat menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....