18 Tim Pelajar Ikuti Mujahidin Islamic Competition

  • 24 Agt 2026 11:40 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Sebanyak 18 tim pelajar SMA sederajat dari Kota Pontianak dan sekitarnya mengikuti Mujahidin Islamic Competition yang digelar di SMK Negeri 5 Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 22–23 Agustus 2026. ‎Kompetisi ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan keberanian dalam menyampaikan gagasan. ‎

‎Ketua Panitia, Firman, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kompetisi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi peserta, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum memperoleh hasil terbaik.‎

‎“Semoga menjadi motivasi untuk terus belajar dan antusiasme dalam berprestasi. Bagi yang belum menang jangan berkecil hati, jadikan pengalaman sebagai evaluasi dan motivasi untuk menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Firman.‎

‎Setelah melalui rangkaian kompetisi, SMAN 2 Pontianak berhasil meraih Juara I. Juara II diraih SMA Bina Mulia Pontianak, sedangkan Juara III diraih SMAN 4 Pontianak.‎

‎Firman juga mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi panitia dalam mempersiapkan kegiatan. Salah satunya tantangan dalam menentukan skema kompetisi, tata tertib, mosi, dan berbagai persiapan teknis lainnya.‎

‎Menurutnya, tantangan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara karena Mujahidin Islamic Competition merupakan salah satu agenda perdana yang dilaksanakan Remaja Mujahidin Kalimantan Barat. ‎Ia berharap persiapan pada kegiatan berikutnya dapat dilakukan lebih matang dengan memperhatikan berbagai hal teknis yang berpotensi memengaruhi kelancaran acara.‎

‎Sementara itu, Kabid Syiar Remaja Mujahidin Kalimantan Barat, Iqbal Prathama, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut memang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis pelajar dalam membahas sebuah mosi berdasarkan bahasa dan data yang sesuai dengan kondisi nyata.‎

‎“Kegiatan Mujahidin Islamic Competition ini diadakan guna melatih nalar kritis siswa untuk membahas sebuah mosi dengan bahasa dan data yang sesuai dengan kondisi real, khususnya dalam topik digitalisme dalam ruang lingkup pendidikan remaja,” katanya.‎

‎Menurut Iqbal, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kompetisi tahun ini. Mujahidin Islamic Competition diharapkan dapat terus disemarakkan dan berkembang menjadi ruang silaturahmi bagi pelajar di Kota Pontianak. ‎

‎“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. Kedepan kegiatan ini bisa disemarakkan dan menjadi media silaturahmi tanpa mengenal batas bagi pelajar di Kota Pontianak, khususnya untuk mengangkat isu-isu akar rumput di masyarakat,” ucapnya. ‎

‎Melalui kegiatan ini, Remaja Mujahidin Kalimantan Barat berharap kompetisi dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, keberanian menyampaikan pendapat, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Baca juga: Pengunjung Kapuas Hulu Terpukau Pesona Alam dan Masjid Agung Oesman Al-Khair

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....