MAN 1 Pontianak Dorong Pelestarian Tundang Melayu Lintas Etnis
- 21 Agt 2026 06:57 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Panitia Lomba Tundang Melayu MAN 1 Pontianak bersama tim Tundang Melayu melakukan silaturahmi dengan Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelestarian seni budaya lokal di kalangan generasi muda.
Rombongan yang diterima Bahasan di rumah dinas Wakil Wali Kota Pontianak itu dipimpin Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ., S.Ag., M.Pd.I., bersama Ketua Panitia Tundang Melayu Feri Wardani serta sejumlah siswa tim Tundang Melayu MAN 1 Pontianak.
Pertemuan turut dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Uray Rahmat, sebagai bentuk dukungan terhadap rencana kegiatan Lomba Tundang Melayu Tingkat Kota Pontianak jenjang SMP/MTs.
Panitia menyampaikan rencana pelaksanaan lomba yang dijadwalkan 15 September 2026. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal, mencintai dan melestarikan seni budaya Melayu Pontianak.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyambut baik inisiatif MAN 1 Pontianak tersebut. Ia berharap tundang dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti sebagai kegiatan perlombaan.

“Saya berharap tundang ini terus dikembangkan karena merupakan budaya lokal yang harus dilestarikan. Bila perlu nanti tundang ini diberi nama supaya berbagai etnis bisa masuk, misalnya Sanggar Tundang Pontianak,” ujar Bahasan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Bahasan juga mendorong agar komunitas atau sanggar tundang memiliki legalitas formal sehingga pengembangannya dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Silakan diurus legal formalnya ke Kesbangpol Kota dan PTSP, sehingga ke depan Tundang bisa diformulasikan sebagai sanggar seperti sanggar-sanggar lainnya yang ada di Pontianak,” tambahnya.
Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ., mengatakan dukungan Pemerintah Kota Pontianak menjadi energi positif bagi madrasah untuk terus mengembangkan Tundang Melayu di kalangan pelajar.
Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kecintaan peserta didik terhadap budaya serta kearifan lokal.
“Kami ingin Tundang Melayu tidak sekadar menjadi kegiatan ekstrakurikuler, tetapi menjadi media pendidikan karakter, kreativitas, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan budaya Pontianak kepada generasi muda,” ungkap Sholihin.
Sementara itu, Ketua Panitia Tundang Melayu MAN 1 Pontianak, Feri Wardani, menyampaikan lomba yang akan digelar 15 September 2026 merupakan bagian dari komitmen madrasah memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat seni tradisi.
Silaturahmi tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara MAN 1 Pontianak, Pemerintah Kota Pontianak dan pemangku kepentingan kebudayaan dalam menjaga eksistensi Tundang Melayu.
Panitia berharap dukungan berbagai pihak dapat mendorong tundang semakin dikenal generasi muda dan berkembang sebagai salah satu identitas seni budaya Pontianak yang dapat merangkul berbagai kalangan dan lintas etnis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....