Zulfydar Minta Perusahaan Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla
- 24 Sep 2026 21:56 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Penanganan karhutla
- Perusahaan perlu sarana pemadam mandiri
- DPRD Kalbar
RRI.CO.ID, Pontianak - Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Zulfydar Zaidar Mochtar, menegaskan pentingnya pengawasan dan penerapan protokol pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara konsisten, terutama oleh perusahaan yang memiliki aktivitas di wilayah rawan kebakaran.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Ngopi Bareng di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, dengan tema “Dialog Terbuka Upaya Pencegahan Karhutla demi Kelestarian Alam dan Masa Depan Kalimantan Barat”, Kamis, 24 September 2026.
Zulfydar mengatakan, pemerintah telah memiliki protokol dan langkah penanganan terhadap karhutla. DPRD Kalbar, menurutnya, memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan, terlebih dampak karhutla saat ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
Zulfydar menilai, persoalan karhutla tidak hanya perlu ditangani ketika kebakaran terjadi, tetapi juga harus dipetakan untuk menjadi bahan evaluasi dan perencanaan menghadapi potensi kejadian berikutnya. “Protokol pemerintah sudah ada, jadi kita melakukan fungsi pengawasan. Ini sudah merupakan keluhan dari masyarakat, karena masyarakat sudah kena dampaknya,” ujar Zulfydar.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar itu juga menyoroti perlunya protokol yang lebih jelas ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla. Menurutnya, sektor pendidikan perlu memiliki batasan dan langkah yang tegas, termasuk penerapan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi udara sudah tidak aman bagi peserta didik.
Selain itu, Zulfydar juga mendorong perusahaan yang beroperasi di wilayah rawan karhutla untuk memiliki sarana dan kemampuan pemadaman secara mandiri. Hal ini dinilai penting agar penanganan kebakaran tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah dan petugas pemadam.
“Perusahaan harus ada kantong sendiri, penampung sendiri, membuat sendiri alat pemadam kebakaran sendiri. Jadi harus dilakukan sendiri,” katanya.
Menurutnya, upaya tersebut perlu menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mencegah dan menangani karhutla di sekitar wilayah operasionalnya.
Zulfydar menambahkan, DPRD Kalbar akan terus melakukan pemantauan terhadap persoalan karhutla sekaligus mendorong adanya evaluasi dan perencanaan yang lebih matang untuk menghadapi kondisi serupa di masa mendatang.
Baca juga: Sultan Pontianak Dorong Pencegahan Karhutla dan Pengelolaan Air Bersih
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....