Muswil VIII LDII Kalbar Fokus Susun Program Kerja Lima Tahunan
- 24 Sep 2026 22:29 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat tidak hanya berfokus pada pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga diarahkan untuk menyusun program kerja organisasi lima tahun ke depan.
Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, mengatakan penyusunan program kerja menjadi agenda penting yang perlu mendapat perhatian seluruh peserta Muswil agar organisasi mampu menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Muswil tentu sebenarnya yang pokok adalah memilih pengurus. Hanya saja memang kami dorong kepada teman-teman seluruh utusan itu lebih menggunakan energi sebesar-besarnya untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan,” kata Susanto di sela-sela pembukaan Muswil VIII LDII Kalbar, Kamis, 24 September 2026.
Menurutnya, siapapun yang nantinya terpilih sebagai pengurus akan memiliki pedoman yang jelas dalam menjalankan roda organisasi apabila program kerja telah disepakati bersama oleh peserta Muswil.
“Kalau siapapun yang terpilih, siapapun yang duduk di kepengurusan selagi punya guidance, punya program yang sudah disepakati, insyaallah berjalan,” ujarnya.
Susanto menegaskan LDII harus mampu memposisikan diri sebagai organisasi yang solutif dan kontributif dengan menghadirkan program yang relevan terhadap persoalan-persoalan aktual di masyarakat.
Karena itu, ia meminta peserta Muswil memanfaatkan forum tersebut untuk merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan organisasi dalam lima tahun mendatang.
Selain menyusun program kerja, Muswil juga menjadi momentum evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya. Susanto mengakui masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu diperbaiki melalui masukan dan koreksi dari peserta.
Ia juga menekankan pentingnya membangun sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan program organisasi.
“Problem-problem masyarakat ini juga harus dikerjakan bersama, maka sinergisitas, kolaborasi jangan ditinggalkan. Bangun komunikasi seluas-luasnya, dan kalau kita ingin berkontribusi, maka perlu kiranya kita membangun sinergisitas dengan seluruh stakeholders yang ada,” katanya.
Terkait mekanisme pemilihan ketua, Susanto menjelaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan peserta Muswil sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Ia menyebut sejumlah mekanisme dapat diterapkan, mulai dari one vote one delegation, one man one vote, hingga musyawarah mufakat.
Meski demikian, Susanto berharap keputusan terkait pemilihan dapat ditempuh melalui musyawarah mufakat mengingat tantangan organisasi ke depan semakin kompleks dan membutuhkan dukungan seluruh kader LDII.
“Kalau dipercaya lagi, akan mematuhi dan menjalankan apa yang menjadi amanah hasil Muswil ini. Kami tidak mampu kerja sendirian, perlu dukungan seluruh kader dan seluruh kekuatan yang ada di LDII,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....