Rakorda MUI se-Kalimantan Siap, Delegasi Brunei dan Sarawak Akan Hadir

  • 19 Agt 2026 19:22 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak — Persiapan pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kalimantan terus dimatangkan. Hingga Rabu, 19 Agustus 2026, kesiapan panitia telah mencapai sekitar 95 persen. Hal ini terungkap dalam rapat pemantapan panitia digelar di Grand Mahkota Hotel Pontianak.

“Sejauh ini kita menyatakan siap menggelar Rakorda, 21–23 Agustus 2026. Sekarang tinggal menunggu pelaksanaan,” kata Sekretaris MUI Kalimantan Barat, Muhammad Sani saat memimpin rapat panitia.

Sani menambahkan, delegasi MUI dari provinsi se-Kalimantan telah menyatakan kesiapan untuk hadir. Rakorda juga akan mendapat perhatian khusus dengan kehadiran delegasi dari Brunei Darussalam dan Sarawak, Malaysia.

“Insya Allah, Majlis Ugama Islam Brunei akan diwakili oleh Yang Mulia Dato Seri Paduka Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal, Timbalan Menteri Kementerian Pendidikan selaku Naib Yang Di-Pertua Majlis Ugama Islam Brunei,” tambah Sani.

Selain itu, hadir Awang Haji Hamzah bin Haji Sabtu selaku Pemangku Timbalan Setiausaha Majlis Ugama Islam serta Awang Haji Azrul Melda bin Dato Paduka Haji Abu Bakar.

Menurut Sani, kehadiran delegasi Brunei tidak sekadar untuk mengikuti Rakorda. Mereka juga menyatakan ketertarikan untuk terlibat dalam rencana penulisan buku “Islam Borneo”, yang diharapkan dapat menjadi dokumentasi penting mengenai perkembangan dan kontribusi Islam di kawasan Borneo.

Dari Sarawak, utusan juga dipastikan hadir dan akan diwakili oleh Mufti Sarawak. Namun, delegasi Sabah membatalkan kehadiran meski sebelumnya menyatakan keinginan kuat untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua MUI Kalbar, KH Basri Har menambahkan, Gubernur Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah juga telah menyatakan kesiapan menghadiri Rakorda. Pihaknya masih berharap Gubernur Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara dapat menyusul. Sementara sejumlah menteri yang sebelumnya direncanakan hadir dipastikan berhalangan.

“Kita berusaha menjadi tuan rumah yang baik dan berkesan di mata peserta. Bukan hanya membawa nama MUI Kalbar, melainkan membawa nama Indonesia. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan sesuai rencana,” kata Basri Har.

Menariknya, penyelenggaraan Rakorda di Kalbar juga menjadi momentum mempererat hubungan masyarakat Borneo. Sejumlah peserta dari provinsi lain berkeinginan mengikuti kunjungan muhibah ke Kuching, Sarawak, setelah Rakorda.

Panitia menyiapkan delapan bus untuk mengakomodasi para peserta menuju negeri jiran. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi ruang memperkuat silaturahmi, pertukaran pengalaman, sekaligus mempererat hubungan keumatan lintas wilayah dan negara.

Rakorda MUI se-Kalimantan pun diharapkan tidak berhenti sebagai forum koordinasi, tetapi menjadi momentum memperkuat peran ulama dalam membangun kehidupan keagamaan yang inklusif, edukatif, serta mempererat persaudaraan masyarakat Borneo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....