Pasar Kerja Kalbar Dinamis, Pengangguran Turun 0,11 Poin

  • 18 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Kalimantan Barat (Kalbar) pada Mei 2026 turun menjadi 4,46 persen. Namun, penurunan pengangguran tersebut diikuti melemahnya partisipasi masyarakat dalam pasar kerja.

Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin mengatakan, penduduk usia kerja pada Mei 2026 mencapai 4,39 juta orang, meningkat 15,92 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja tercatat 2,97 juta orang atau turun 71,86 ribu orang. Angkatan kerja itu terdiri atas 2,84 juta penduduk bekerja dan 132,79 ribu orang menganggur.

“TPAK kita pada Mei 2026 tercatat 67,76 persen. Ini menurun dibandingkan Februari, dengan TPAK laki-laki 83,64 persen dan perempuan 51,03 persen,” ujar Saichudin di Pontianak, Jumat, 15 Agustus 2026.

Sementara itu, TPT Kalbar turun 0,11 poin dari 4,57 persen pada Februari menjadi 4,46 persen pada Mei 2026. Penurunan terutama terjadi pada perempuan sebesar 0,30 poin, sedangkan laki-laki cenderung tetap.

“Secara umum TPT kita turun dari 4,57 persen menjadi 4,46 persen. Ini perkembangan positif dari sisi pengangguran, meskipun partisipasi angkatan kerja juga perlu menjadi perhatian,” katanya.

Berdasarkan wilayah, TPT perkotaan justru meningkat 0,87 poin menjadi 6,73 persen. Sementara itu, TPT di wilayah pedesaan tercatat 2,69 persen.

“Di perkotaan, TPT mencapai 6,73 persen, sedangkan pedesaan 2,69 persen. Ini menunjukkan tantangan penyerapan tenaga kerja di perkotaan masih cukup besar,” ujarnya.

Dari sisi lapangan usaha, pertanian masih menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni 43,27 persen. Namun, proporsi tersebut menurun dari 45,70 persen pada Februari 2026.

Sektor perdagangan besar dan eceran menyerap sekitar 12 persen tenaga kerja, disusul industri sekitar 6 persen. Struktur ini menunjukkan sektor pertanian masih memiliki peran penting dalam pasar kerja Kalbar.

Berdasarkan status pekerjaan, sekitar 38 persen penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan atau pegawai. Kemudian 20,83 persen berusaha sendiri dan 15,31 persen berusaha dibantu buruh tidak tetap atau pekerja keluarga tidak dibayar.

BPS juga mencatat proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal meningkat 0,42 poin selama Februari hingga Mei 2026. “Ada pergerakan ke arah peningkatan pekerja formal, meskipun pekerja informal masih memiliki porsi cukup besar,” ucap Saichudin.

Dari sisi pendidikan, pekerja di Kalbar masih didominasi lulusan SD ke bawah sebanyak 1,17 juta orang atau 41,24 persen. Angka ini sedikit menurun dari 41,65 persen pada Februari.

Sebaliknya, proporsi penduduk bekerja dengan pendidikan diploma ke atas meningkat dari 8,05 persen menjadi 9,21 persen. Saichudin menilai peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi kualitas tenaga kerja Kalimantan Barat.

“Ke depan, tantangannya adalah bagaimana pendidikan dan keterampilan tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya, mengakhiri.

Baca juga: Empat Siswa MAN Jadi Paskibra Upacara HUT Ke-81 RI Provinsi Kalbar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....