Panen Raya Udang Rebon, Pemkot Singkawang Dorong Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat
- 18 Agt 2026 09:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Singkawang – Pemerintah Kota Singkawang terus mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Salah satunya melalui penguatan komoditas udang rebon yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Semangat tersebut mengemuka dalam Panen Raya Udang Rebon dan Pesta Rakyat di kawasan wisata Teluk Karang Sedau, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Panen raya ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari jalan sehat, dialog bersama masyarakat hingga perlombaan tradisional.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, panen raya tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana potensi ekonomi dapat tumbuh dari kekayaan alam yang dikelola melalui kerja keras masyarakat.
“Hari ini bukan sekadar acara panen raya. Bagi saya, momentum ini merupakan gambaran nyata tentang potensi ekonomi masyarakat yang tumbuh dari kekayaan alam dan kerja keras masyarakat itu sendiri,” kata Tjhai Chui Mie.
Menurutnya, ukuran udang rebon memang kecil. Namun, nilai ekonominya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dari komoditas tersebut, masyarakat dapat menghasilkan beragam produk olahan seperti terasi, cencalok, kerupuk dan berbagai produk pangan lainnya.
“Udang rebon bukan hanya hasil tangkapan atau hasil panen, tetapi merupakan bahan baku ekonomi masyarakat yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan bahkan menjadi produk unggulan daerah,” ujarnya.
Karena itu, Pemkot Singkawang mendorong agar masyarakat tidak berhenti menjual hasil laut dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan di tingkat masyarakat dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperluas pasar.
Tjhai Chui Mie membayangkan produk olahan berbahan udang rebon nantinya memiliki kemasan menarik, merek sendiri, standar kualitas yang baik hingga mampu dipasarkan lebih luas.
“Bayangkan, dari hasil laut yang sederhana, kita dapat menciptakan produk kemasan yang menarik, memiliki merek sendiri, memiliki standar kualitas, dipasarkan secara lebih luas, bahkan suatu saat dapat menjadi oleh-oleh khas daerah dan menembus pasar di luar daerah,” katanya.
Tjhai Chui Mie menegaskan, pengembangan udang rebon merupakan bagian dari semangat ekonomi kerakyatan yang perlu dibangun bersama.
“Masyarakat menangkap, masyarakat mengolah, masyarakat mendapatkan nilai tambah, dan masyarakat pula yang menikmati hasilnya,” ujarnya. (MC)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....