BPS Kalbar Catat Produksi Padi Turun di tengah Ekonomi Global
- 14 Agt 2026 15:32 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pertumbuhan ekonomi global memberi peluang bagi Kalimantan Barat, namun produksi padi daerah justru mengalami penurunan cukup signifikan.
Kepala BPS Kalimantan Barat, Muh. Saichudin, mengatakan ekonomi negara berkembang pada 2026 diproyeksikan tumbuh 3,8 persen dan meningkat menjadi 4,5 persen pada 2027.
“Pertumbuhan ekonomi negara berkembang diproyeksikan mencapai 3,8 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 4,5 persen pada 2027. Sementara negara maju relatif stabil pada kisaran 1,7 hingga 1,8 persen,” ujar Saichudin di Pontianak. Kamis, 13 Agustus 2026 .
Menurutnya, kondisi ekonomi negara mitra dagang Kalimantan Barat juga menunjukkan perkembangan positif pada triwulan II 2026.
“India tumbuh 6,8 persen, Tiongkok 4,3 persen, dan Malaysia 5,8 persen. Ini menunjukkan negara-negara mitra dagang utama kita masih memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik,” katanya.
Saichudin menilai pertumbuhan tersebut menjadi peluang bagi Kalimantan Barat untuk menjaga kinerja perdagangan dan permintaan terhadap sejumlah komoditas unggulan daerah.
“Ketika ekonomi negara mitra tumbuh, ada potensi peningkatan permintaan terhadap produk dan komoditas dari Kalimantan Barat,” jelasnya.
Di tingkat nasional, PMI Manufaktur tercatat 51,43 atau berada di atas level 50 yang menandakan aktivitas manufaktur masih berada dalam zona ekspansi.
“PMI manufaktur nasional berada di angka 51,43. Ini menunjukkan sektor manufaktur masih mengalami ekspansi dan menjadi salah satu sinyal positif bagi perekonomian,” ungkap Saichudin.
Meski demikian, tekanan masih terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang bergerak dari Rp16.999 pada Maret menjadi Rp17.767 pada Juni.
“Pergerakan nilai tukar perlu diperhatikan karena dapat memberikan dampak terhadap biaya produksi, terutama pada sektor yang masih memiliki ketergantungan terhadap komponen impor,” tuturnya.
Di sisi lain, sektor pertanian Kalimantan Barat menghadapi tantangan setelah produksi padi mengalami penurunan secara kumulatif maupun tahunan.
“Produksi padi secara kumulatif turun 12,50 persen, sedangkan secara tahunan penurunannya mencapai 23,72 persen. Ini menjadi catatan penting bagi perekonomian Kalimantan Barat,” kata Saichudin.
Ia menegaskan, penurunan produksi padi perlu menjadi perhatian karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi global memberikan peluang, tetapi sektor domestik juga harus diperkuat. Pertanian dan pangan perlu dijaga agar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat lebih seimbang,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....