Investasi SDM Dimulai dari Pencegahan Stunting sejak Usia Dini
- 05 Agt 2026 21:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pencegahan stunting tidak hanya menjadi upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan produktif. Hal itu menjadi komitmen bersama Tanoto Foundation dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) melalui Program Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia (PASTI), yang dilaksanakan bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Bakti BCA, serta Wahana Visi Indonesia.
Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation, Michael Susanto, mengatakan investasi paling penting dalam siklus kehidupan manusia dimulai sejak anak usia dini. Menurutnya, stunting yang tidak ditangani sejak awal akan berdampak panjang, tidak hanya terhadap kesehatan dan pendidikan anak, tetapi juga terhadap produktivitas ekonomi bangsa pada masa mendatang.
"Anak yang mengalami stunting tentu tidak dapat belajar dan berprestasi secara maksimal di sekolah, hingga nantinya saat memasuki dunia kerja. Data tahun 2024 menunjukkan prevalensi nasional masih berada di angka 19,8 persen, yang berarti satu dari lima anak di Indonesia berisiko stunting. Karena kompleksitasnya, tidak ada satu aktor pun yang dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, Tanoto Foundation membangun kolaborasi bersama mitra seperti PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan Bakti BCA melalui Program PASTI," ujar Michael saat Donor Visit Program PASTI di Kabupaten Kubu Raya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Senada dengan itu, Senior Manager Social Impact PT Amman Mineral, Aji Suryanto, menegaskan bahwa dukungan perusahaan terhadap Program PASTI merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang berkualitas. Sebagai perusahaan tambang yang mengoperasikan industri berteknologi tinggi, AMMAN membutuhkan SDM yang sehat, cerdas, dan memiliki kompetensi tinggi untuk mendukung keberlanjutan operasional perusahaan di masa depan.
"Operasional AMMAN diproyeksikan berlangsung setidaknya 50 tahun ke depan. Kami membutuhkan SDM Indonesia yang sehat, cerdas, dan memiliki keterampilan tinggi. Karena itu, pencegahan stunting menjadi sangat penting agar anak-anak saat ini dapat tumbuh menjadi tenaga ahli yang mampu mengisi kebutuhan industri nasional tanpa bergantung pada tenaga kerja dari luar," kata Aji.
Ia menjelaskan, komitmen AMMAN tidak hanya diwujudkan melalui dukungan pendanaan Program PASTI, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kegiatan tersebut meliputi pembentukan desa model, pemberian makanan tambahan bagi kelompok sasaran, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting sejak dini.
Melalui Program PASTI, Tanoto Foundation dan AMMAN berharap kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan komunitas dapat terus diperkuat. Dengan pendekatan tersebut, praktik baik yang telah berkembang di Kabupaten Kubu Raya diharapkan dapat direplikasi di daerah lain sehingga upaya pencegahan stunting semakin luas dan mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, serta berdaya saing di masa depan.
Program PASTI sendiri telah menunjukkan capaian yang positif di Kabupaten Kubu Raya. Berdasarkan hasil monitoring periode 2025 hingga Semester I 2026, program ini telah menjangkau 1.188 orang tua bayi di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil melalui kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi bagi keluarga berisiko stunting. Dari jumlah tersebut, 1.137 penerima manfaat atau 95,7 persen telah memiliki pemahaman yang baik mengenai pencegahan stunting. Program ini juga memperkuat kapasitas 67 Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta mengembangkan Pos Gizi DASHAT di 20 desa dan kelurahan untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan ibu hamil.
Selain memberikan intervensi gizi, Program PASTI mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pola asuh, pemanfaatan pangan lokal, serta inovasi desa seperti kebun gizi dan budidaya ayam petelur. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga filantropi, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu membangun sistem pencegahan stunting yang berkelanjutan. Dengan demikian, investasi terhadap kualitas anak sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan tidak hanya berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan, tetapi juga menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....