BPBD Kalbar Alami Kendala Tangani Karhutla di Dua Kabupaten
- 05 Agt 2026 14:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengaku mendapatkan kendala dalam menangani musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua kabupaten, yaitu Ketapang dan Kubu Raya.
Penanganan karhutla terus dilakukan masing-masing BPBD di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat guna meminimalisir potensi bencana kabut asap yang berdampak pada aktivitas masyarakat. Meski demikian ada beberapa kendala yang dihadapi BPBD Kalbar saat membantu menangani karhutla di beberapa daerah.
Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, khusus di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya, BPBD Kalbar merasa mendapatkan kendala dalam melakukan pemadaman di titik karhutla, diantaranya kedala kawasan terjadinya karhutla yang sulit dijangkau petugas pemadaman.
"Selain lokasi karhutla, masalah minimnya sarana prasarana pemadaman juga menjadi kendala bagi petugas pemadaman di lapangan, sehingga penanganan karhut tidak bisa dilakukan secara maksimal. Untuk itu, BPBD Kalbar akan memperkuat sinergitas kepada BPBD kabupaten/kota terkait kendala sapras yang ada di masing-masing daerah," kata Ridwan, usai memimpin Rakor kepala BPBD se-Kalimantan Barat di Kantor BPBD Kalbar, Rabu, 5 Agustus 2026 pagi.
Ridwan menambahkan, minimnya akses air juga menjadi kendala bagi BPBD saat melakukan penyemprotan ke lokasi karhutla, sehingga api tidak dapat dipadamkan secara maksimal, mengingat dua kabupaten ini memiliki tanah gambut yang cukup tebal. Apalagi di dua kabupaten memiliki wilayah yang cukup luas dan daerah yang minim pasokan air.
"Tim terpadu bersama satgas darat dan udara saat ini terus melakukan patroli mendeteksi titik lokasi karhutla, jika titik karhutla sudah ditemukan dan sukit dipadamkan oleh satgas darat, maka satgas udara langsung menerjunkan helikopter water bombing di wilayah karhutla," ujar Ridwan.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Ketapang Yunifar Purwantoro mengharapkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui BPBD Kalbar agar men-stanbykan helikopter patroli dan helikopter water bombing di Bandara Rahardi Usman Ketapang.
"Hal ini dilakukan guna mempercepat penanganan karhutla dan evaluasi. Saat ini, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang terdeteksi karhutla, bahkan jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang merupakan yang terbanyak di Kalbar," ujar Yunifar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....