Founder YRJI Apresiasi Peran Dasco Bangun Titik Temu Pekerja dan Manajemen SGN

  • 29 Jul 2026 20:21 WIB
  •  Pontianak

RRI. CO.ID, Pontianak – Founder Yayasan Rumah Juang Indonesia (YRJI), Muh Ageng Dendy Setiawan, mengapresiasi langkah Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad yang memfasilitasi dialog antara Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara PT Sinergi Gula Nusantara (SPBUN-SGN) dengan manajemen perusahaan. Menurutnya, pendekatan komunikasi yang dibangun DPR menjadi contoh penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui musyawarah dan dialog.

Apresiasi itu disampaikan menyusul pertemuan perwakilan SPBUN-SGN dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, dan Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.

Dalam pertemuan tersebut, serikat pekerja menyampaikan apresiasi atas keberhasilan proses mediasi yang menghasilkan kesepahaman terkait bonus serta harmonisasi standar karyawan.

Dendy menilai, keberhasilan mediasi itu menunjukkan bahwa komunikasi yang terbuka dapat menjadi jalan keluar atas persoalan hubungan industrial yang selama ini berpotensi memunculkan ketegangan.

"Kami memandang langkah Prof. Sufmi Dasco Ahmad patut diapresiasi. Beliau hadir sebagai jembatan komunikasi yang mempertemukan kepentingan pekerja dengan manajemen, sehingga solusi dapat dicapai melalui dialog, bukan melalui konfrontasi," kata Dendy dalam keterangannya, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Dendy, DPR tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai fasilitator dalam membangun komunikasi antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan.

"Ketika ruang dialog dibuka dan semua pihak diberi kesempatan menyampaikan aspirasi secara setara, maka kepercayaan akan tumbuh. Itu yang kita lihat dalam proses penyelesaian persoalan di PT Sinergi Gula Nusantara. Pendekatan seperti ini perlu menjadi contoh bagi penyelesaian persoalan hubungan industrial di sektor lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, penyelesaian sengketa ketenagakerjaan yang mengedepankan komunikasi akan memberikan kepastian bagi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan perusahaan. Dendy menambahkan, keberhasilan mediasi tersebut juga memberi pesan bahwa hubungan industrial yang sehat tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kemauan semua pihak untuk duduk bersama mencari solusi.

"Kami berharap semangat yang dibangun Prof. Dasco terus dipertahankan. Kepemimpinan yang mampu merangkul, mendengar, dan menjembatani berbagai kepentingan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas hubungan industrial sekaligus mendukung iklim investasi nasional," tutur Dendy.

Lebih lanjut, Dendy mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Menurut dia, penyelesaian yang dicapai melalui musyawarah akan menghasilkan keputusan yang lebih berkeadilan, diterima semua pihak, dan berdampak positif terhadap produktivitas perusahaan maupun kesejahteraan pekerja.

"Yang terpenting adalah memastikan komunikasi tetap berjalan. Ketika pekerja merasa didengar dan perusahaan memperoleh kepastian dalam menjalankan usahanya, maka yang diuntungkan bukan hanya kedua belah pihak, tetapi juga perekonomian nasional," kata Dendy.

Baca juga: Franciscus Sibarani Jembatani Penyelesaian Tumpang Tindih Lahan Sawit Ketapang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....