Pemerintah Kabupaten Landak Terima 101 Mahasiswa PLP Universitas PGRI Pontianak
- 11 Sep 2026 05:49 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Pemkab Landak menerima 101 Mahasiswa PLP UPGRI Pontianak
- Solusi Strategis menghadapi tantangan pendidikan
- kesiapan guru
RRI.CO.ID, Landak - Pemerintah Kabupaten Landak secara resmi menerima penyerahan 101 mahasiswa pengenalan lapangan persekolahan (PLP) 2 dari Universitas PGRI Pontianak. Acara berlangsung khidmat mulai pukul 08.00 WIB di Aula Kantor Bupati Landak, dan dihadiri unsur pemerintahan, pimpinan perguruan tinggi serta para kepala sekolah se-Kabupaten Landak.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Landak, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Subandri, S.Si., M.Kes., hadir menerima para mahasiswa sekaligus membacakan sambutan resmi Bupati Landak. Dari jajaran Universitas PGRI Pontianak turut hadir Wakil Rektor I, Dr. Aunurrahman, M.Pd., serta Koordinator Dosen Pembimbing sekaligus Dekan FMIPA dan Teknologi, Yudi Darma, M.Pd. Kegiatan juga dihadiri oleh 15 Kepala Sekolah dari 20 sekolah penempatan yang tersebar di tujuh kecamatan, meliputi Menyuke, Ngabang, Mandor, Mempawah Hulu, Sengah Temila, Sompak, dan Banyuke Hulu.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mencetak calon pendidik berkualitas. “Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat menyelenggarakan kegiatan ini,” ucapnya dalam pembukaan yang dibacakan Subandri, Rabu, 9 September 2026.
Pemerintah Kabupaten Landak menyambut hangat kehadiran para mahasiswa sebagai solusi strategis menghadapi tantangan pendidikan daerah. Berdasarkan data yang dipaparkan, Kabupaten Landak saat ini memiliki 3.380 guru ASN dan 473 tenaga pendidik non-ASN yang mengabdi di 782 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, hingga SMP—rata-rata hanya diisi 4 hingga 5 guru per sekolah. Tantangan semakin nyata dengan adanya gelombang purnatugas dalam dua tahun ke depan: 134 guru pada 2026 dan 132 guru pada 2027. Kehadiran para calon pendidik ini dianggap sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan pendidikan daerah.
Lebih jauh, Bupati Landak juga menekankan pentingnya kesiapan guru menghadapi perubahan zaman dan kemajuan teknologi, termasuk kehadiran Kecerdasan Buatan (AI). “Teknologi harus menjadi alat bantu yang memperkuat peran guru, bukan pengganti,” tegasnya.
Bupati mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan, keteladanan, pendidikan karakter, dan kemampuan membimbing peserta didik tetap menjadi inti profesi guru yang tak tergantikan.
Kepada para mahasiswa PLP, harapan disampaikan agar memanfaatkan masa pengenalan lapangan ini untuk membekali diri menjadi pendidik profesional, berkarakter, dan cerdas memanfaatkan teknologi. “Pendidikan melahirkan kepercayaan. Pendidikan mengubah kepercayaan menjadi keyakinan. Keyakinan melahirkan harapan. Harapan melahirkan perdamaian. Dan jangan pernah berhenti belajar karena semesta tidak pernah berhenti mengajar,” pesan menyentuh, mengakhiri arahan tersebut.
Dinas Pendidikan Kabupaten Landak dan para kepala sekolah diminta memberikan bimbingan serta ruang praktik seluas-luasnya bagi mahasiswa dalam mengembangkan inovasi pembelajaran di sekolah masing-masing.
Acara ditutup dengan harapan kebersamaan ini membawa manfaat besar bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Landak, serta menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan antara Universitas PGRI Pontianak dengan Pemerintah Kabupaten Landak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....