Buaya Muara Sepanjang 4,5 meter Dievakuasi ke Balai PK Pontianak
- 29 Jul 2026 18:19 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Sambas - Seekor buaya muara berukuran sekitar 4,5 meter yang selama setahun terakhir kerap terlihat di sekitar tambak warga Desa Jelu Air, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim Respon Cepat Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak. Satwa tersebut sebelumnya diduga sempat memangsa hewan ternak milik warga.
Evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan adanya buaya yang terjerat jaring di tambak milik Romi pada Minggu 26 Juli 2026 sekitar pukul 22.00 WIB. Warga kemudian bergotong royong memindahkan buaya ke area terbuka agar lebih aman, sehingga menarik perhatian masyarakat yang berdatangan untuk menyaksikan.
Demi menjaga keselamatan satwa tersebut, warga segera berkoordinasi dengan Polsek Jawai Selatan. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Balai PK Pontianak pada Senin 27 Juli 2026 sekitar pukul 07.00 WIB untuk penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak langsung melakukan koordinasi dengan warga dan instansi terkait guna memastikan kondisi buaya. Tim bersama seorang praktisi ahli kemudian berangkat dari Pontianak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 18.00 WIB.
Sesampainya di lokasi, petugas melakukan pengumpulan informasi sekaligus memeriksa kondisi buaya yang sebelumnya dilaporkan mulai melemah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sesuai prosedur penyelamatan satwa, termasuk mengecek luka pada tubuh reptil tersebut dan memastikan kondisinya stabil.
Setelah dipastikan dalam kondisi cukup baik, tim memperbaiki ikatan pada tubuh buaya agar tidak menimbulkan luka atau kerusakan jaringan yang lebih parah. Selanjutnya, buaya tersebut dibawa ke Tempat Penampungan Sementara di Kantor Balai PK Pontianak untuk menjalani proses rehabilitasi.
Setibanya di Balai PK Pontianak pada Selasa 28 Juli 2026, pemeriksaan lanjutan dilakukan oleh dokter hewan Sealife Indonesia, Maulid Dio Suhendro. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi umum buaya cukup baik, ditandai dengan sistem pernapasan yang masih berfungsi normal. Meski demikian, tim menemukan beberapa kelainan, di antaranya mata kanan yang telah rusak, namun respons penglihatannya masih tergolong baik.
Selain itu, ditemukan sejumlah luka lecet pada kaki depan dan belakang. Pada kaki kiri juga terdapat jaringan mati (nekrosis) yang diduga akibat trauma saat proses penangkapan atau cedera sebelumnya.
"Secara umum, kondisi kesehatannya cukup baik, namun masih dalam tahap observasi. Selama proses rehabilitasi akan kita pantau lebih lanjut," kata Maulid Dio.
Sementara itu, anggota Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak, Yuda Saniswan, membenarkan proses penanganan buaya muara tersebut. Menurutnya, tim segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
"Setelah diobservasi bersama tim dan melibatkan dokter hewan, diketahui kondisi kesehatannya baik, namun ada sedikit luka di beberapa bagian tubuh," ujar Yuda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....