Ribuan Bibit Mangrove Ditanam, Pulihkan Pesisir Mempawah
- 27 Jul 2026 16:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Mempawah - Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas OSO (Himaika), Kodaeral XII, dan Pemerintah Kabupaten Mempawah berkolaborasi menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Mempawah, pada Sabtu 25 Juli 2026. Kegiatan bertajuk Revitalisasi Sejuta Mangrove tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia sekaligus HUT ke-1 Kodaeral XII Pontianak.
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, personel TNI, unsur pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, serta masyarakat.
Dalam aksi tersebut, sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam di sepanjang kawasan pesisir dengan panjang area penanaman sekitar 500 meter. Bibit yang ditanam didominasi oleh spesies Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata, yang dipilih karena memiliki tingkat adaptasi tinggi terhadap kondisi pesisir berlumpur serta berperan penting dalam menahan abrasi dan mendukung pemulihan ekosistem mangrove.
Himaika berkomitmen ingin memastikan bahwa penanaman mangrove tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program ini akan terus dilanjutkan melalui pemantauan pertumbuhan bibit, pendampingan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor agar manfaat ekologisnya benar-benar dirasakan dalam jangka panjang.
Pembina Himaika Universitas OSO, Hendi Santoso, menyatakan bahwa program ini merupakan wujud komitmen jangka panjang untuk menjaga kelestarian pesisir Kalimantan Barat. Ia juga mengapresiasi para sponsor yang dinilainya memiliki kepedulian besar terhadap persoalan lingkungan.
Hal serupa disampaikan Ketua Himaika Universitas OSO, Leonardy Saputra, yang menekankan pentingnya peran anak muda sebagai penggerak utama pelestarian lingkungan. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa, aparat TNI, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga pelajar menunjukkan kuatnya semangat kerja sama lintas kalangan.
Melalui gerakan bersama ini, diharapkan ekosistem pesisir Mempawah dapat kembali pulih dan lebih terjaga dari ancaman erosi. Sinergi lintas sektor semacam ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi upaya pelestarian lingkungan lainnya di masa depan.
Baca juga: DLH Kalbar Prioritaskan Perlindungan Mangrove Demi Ketahanan Pesisir
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....