Rudi Bacok Kembangkan Geo Mangrove RB5 Cegah Abrasi di Kubu Raya
- 26 Jul 2026 16:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kelompok Buih Muara memperkenalkan Geo Mangrove RB5 sebagai solusi murah menahan abrasi demi melindungi bibit mangrove di pesisir Kubu Raya. Ketua Kelompok Pelestari Lingkungan "Buih Muara" sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sungai Kupah, Rudi Hartono atau akrab disapa Rudi Bacok, mengembangkan inovasi pemecah ombak berbahan ban bekas yang diberi nama Geo Mangrove RB5. Inovasi tersebut dirancang untuk mengurangi abrasi pantai sehingga bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik di kawasan pesisir Kabupaten Kubu Raya.
Menurut Rudi Bacok, Geo Mangrove RB5 dibuat dari susunan ban mobil bekas setinggi lima tingkat yang disesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut. Susunan ban diperkuat menggunakan kayu dan bambu bekas sehingga mampu meredam hantaman gelombang sebelum mencapai area penanaman mangrove.
"Geo Mangrove RB5 kami buat dari ban bekas yang disusun lima tingkat sesuai tinggi air laut. Tujuannya sederhana, yaitu memecah ombak agar bibit mangrove tidak rusak akibat abrasi. Uji coba sepanjang 25 meter sudah berjalan dan hasilnya cukup baik, bahkan biayanya hanya sekitar Rp3 juta karena ban bekas kami beli dari bengkel seharga Rp5.000 per buah," jelas Rudi, Minggu, 26 Juli 2026.

Ia mengatakan kawasan pesisir Desa Sungai Kupah memiliki garis pantai sekitar 11 kilometer dengan potensi rehabilitasi mencapai 15 hektare. Hingga kini, sekitar empat hektare kawasan telah ditanami mangrove, termasuk penanaman seremonial sebanyak 10 ribu bibit bersama pemerintah daerah, pemerintah provinsi, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat. Kelompok Buih Muara juga berkomitmen melakukan penyulaman terhadap bibit yang mati agar tingkat keberhasilan rehabilitasi tetap tinggi.
Upaya pelestarian mangrove tersebut mulai menunjukkan hasil. Rudi menyebut ekosistem pesisir yang membaik telah mengembalikan habitat berbagai biota seperti kepiting dan udang yang sebelumnya semakin sulit ditemukan. Kondisi ini turut memberikan manfaat bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil pesisir.
Selain manfaat ekologis, pelestarian mangrove juga mendorong pertumbuhan ekonomi warga. Kelompok Buih Muara mengembangkan produk olahan seperti Sabun Mangrove yang telah mengantongi izin P-IRT dan sertifikat halal serta dipasarkan di sejumlah minimarket. Kelompok ini juga menjalankan program "Satu Rumah Satu Tempat Pembibitan" yang melibatkan 65 rumah tangga. Warga diberikan bibit dan polybag secara gratis, kemudian hasil pembibitan dibeli kembali oleh kelompok saat siap ditanam, sehingga pelestarian mangrove sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.
Baca juga: Penanaman 10 Ribu Mangrove, Untan Perkuat Restorasi Pesisir
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....