BMKG: 15 Juli 2026, Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan
- 15 Jul 2026 08:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) pada Rabu, 15 Juli 2026, didominasi kondisi cerah berawan pada pagi hingga siang hari. Namun, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan di sejumlah daerah pada siang hingga malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi pada siang hingga sore di sebagian wilayah Kabupaten Sintang, Bengkayang, dan Kubu Raya.
Sementara itu, pada malam hingga dini hari, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Ketapang, Melawi, Kayong Utara, Bengkayang, Singkawang, dan Mempawah. Adapun hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di wilayah Sambas, Kapuas Hulu, dan Kubu Raya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Reny, mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
"Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan. Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak,Reny, dalam Siaran Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain itu, BMKG mencatat angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 35 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22 hingga 34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berkisar 56 hingga 95 persen.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kenaikan suhu udara serta berkurangnya potensi hujan dalam beberapa hari ke depan dapat memicu munculnya titik api di sejumlah wilayah.
"Dalam satu minggu ke depan, sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran," tambahnya.
BMKG juga melaporkan selama 24 jam terakhir terdeteksi 34 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut menjadi indikator perlunya peningkatan kewaspadaan seluruh pihak terhadap ancaman karhutla, terutama di wilayah yang rawan.
Masyarakat dapat memperoleh informasi cuaca terbaru melalui situs resmi BMKG Kalimantan Barat maupun media sosial resmi BMKG agar selalu mendapatkan pembaruan kondisi cuaca secara berkala.
Baca juga: Waspada Karhutla, BMKG Sampaikan Prakiraan Cuaca Kalbar Sabtu, 11 Juli 2026
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....