Satgas Udara Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Tiga Kabupaten

  • 05 Agt 2026 12:51 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Satgas udara penanganan karhutla Kalimantan Barat (Kalbar) pada Rabu, 5 Agustus 2026 mengerahkan satu helikopter water bombing jenis Sikorsky UH-60L untuk melakukan pemadaman titik api di 3 kabupaten, diantaranya Ketapang, Kayong Utara dan Kubu Raya.

Pengerahan helikopter water bombing ini diterjunkan karena kondisi karhutla di 3 kabupaten semakin parah yang mengakibatkan satu korban jiwa di Kabupaten Ketapang. Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengatakan helikopter yang akan melakukan water bombing di 3 kabupaten ini berdasarkan permintaan satgas darat yang disampaikan saat briefing pagi di kantor BPBD Kalbar.

"3 kabupaten ini menjadi target bagi satgas udara untuk dilakukan pemadaman, sementara khusus di wilayah Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang menjadi target utama bagi satgas udara dan satgas darat untuk dilakukan pemadaman secara masif, karena wilayah ini merupakan karhutla terparah di Kalbar," kata Daniel, disela mengikuti Rakor kepala BPBD se-Kalimantan Barat di Kantor BPBD Kalbar, Rabu, 5 Agustus 2026 pagi.

Daniel menjelaskan, dengan melihat perkembangan kondisi karhutla di Kabupaten Ketapang, BPBD Kalbar meminta kepada satgas darat yang tergabung dalam tim terpadu segara melakukan operasi pemadaman. Jangan sampai memperburuk kondisi karhutla yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

"Data terakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio mencatat terdapat 885 titik panas (hotspot) yang tersebar di 11 kabupaten. Dari jumlah ini ada 3 kabupaten yang memiliki hotspot terbanyak yaitu, Kabupaten Ketapang 311 titi, Sanggau 177 dan Kayong Utara 93 titik," ucap Daniel.

Daniel menuturkan, jarak terbang helikopter water bombing ini terbatas, sehingga tidak semua wilayah mampu dijangaku dan pengaopresiasi helikopter water bombing ini juga dilakukan berdasarkan keputusan hasil briefing yang dilakukan pagi dan malam setiap hari. Namun, akan diperluas jangkauan terbangnya berdasarkan permintaan dari satgas darat.

"Dalam penanganan karhutla di Kalbar, semua BPBD di kabupaten/kota sudah memiliki peralatan dasar dan armada yang memadai seperti mobil operasional, mobil komando dan pick up untuk mengangkut peralatan pemadaman," ujar Daniel.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....