Forkom Damkar Kalbar Edukasi Penanganan Aman Kebocoran Gas LPG

  • 08 Jul 2026 19:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Kalimantan Barat, Eddy Zulkarnaen, mengingatkan masyarakat agar memahami cara penanganan awal kebocoran gas LPG karena kesalahan penanganan justru dapat memicu kebakaran yang lebih besar.

Dalam Dialog Kentongan RRI Pro 1 Pontianak, Eddy mengatakan kebocoran gas menjadi salah satu penyebab kebakaran yang kerap ditemui di lapangan. Namun, menurutnya, gas LPG tidak serta-merta meledak apabila ditangani dengan benar sejak awal.

"Gas itu tidak meledak. Gas itu tidak akan terbakar apabila kita mengetahui tata cara penanggulangannya dari awal," kata Eddy, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang keliru saat menghadapi api akibat kebocoran gas, salah satunya dengan menyiram api menggunakan air. Padahal, tindakan tersebut justru dapat memperbesar kobaran api, terutama apabila terjadi di dapur yang terdapat minyak panas maupun material mudah terbakar.

Menurut Eddy, cara yang lebih tepat adalah menutup sumber api dengan kain atau handuk basah untuk mengurangi pasokan oksigen. Setelah kondisi aman, tabung gas dapat dipindahkan ke tempat terbuka hingga sisa gas habis keluar secara alami.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan lampu, menyalakan peralatan listrik, maupun melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan percikan api ketika tercium aroma khas gas LPG di dalam ruangan.

"Kalau gas sudah menyebar di dalam ruangan, jangan menyalakan lampu atau melakukan aktivitas yang bisa memicu percikan api. Itu justru bisa menjadi awal terjadinya kebakaran," ujarnya.

Eddy menambahkan, Forkom Damkar Swasta Kalbar secara rutin memberikan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran kepada masyarakat, sekolah, perusahaan, hingga instansi pemerintah. Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sehingga mampu melakukan penanganan awal secara tepat sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....