Instalasi Listrik Jadi Pemicu Kebakaran, Ini Peringatan Forkom Damkar?

  • 08 Jul 2026 09:08 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Kalimantan Barat, Eddy Zulkarnaen, mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah sebagai upaya mencegah kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.

Dalam Dialog Kentongan RRI Pro 1 Pontianak, Eddy menegaskan bahwa jumlah kejadian kebakaran sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam menggunakan peralatan listrik. Ia menyebut kelalaian terhadap instalasi listrik sebagai salah satu penyebab utama kebakaran.

“Menurun dan meningkatnya jumlah kebakaran tergantung daripada kelakuan masyarakat itu sendiri. Yang pertama mereka lalai terhadap penggunaan peralatan elektronik, peralatan listriknya di rumah,” kata Eddy, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pesatnya pembangunan rumah dan permukiman sering kali tidak diikuti dengan pembaruan instalasi listrik. Kondisi tersebut semakin berisiko apabila masyarakat masih menggunakan kabel maupun peralatan listrik yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Pembangunan begitu cepat tapi tidak dibarengi dengan pembaruan instalasi listriknya. Belum lagi kalau menggunakan alat-alat listrik yang tidak SNI, itu sangat riskan sekali,” ujarnya.

Selain itu, Eddy menilai kondisi pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga perlu diantisipasi. Berdasarkan pengalamannya sebagai petugas pemadam kebakaran, arus listrik yang kembali mengalir setelah pemadaman berpotensi memberikan beban besar pada instalasi yang sudah tua atau tidak sesuai standar sehingga meningkatkan risiko korsleting.

“Kalau pemadaman listrik itu durasinya panjang, lalu tiba-tiba arus masuk lagi ke jaringan, instalasi yang lama dan tidak diperbarui akan riskan menerima arus yang besar,” katanya.

Menurutnya, bangunan-bangunan lama yang belum pernah melakukan peremajaan instalasi listrik merupakan kelompok yang paling rentan mengalami kebakaran. Ia mencontohkan sejumlah kebakaran yang terjadi pada bangunan berusia puluhan tahun, termasuk ruko dan gudang yang jarang ditempati, sehingga kondisi instalasi listriknya tidak terpantau.

“Bangunan yang sudah berumur, kalau tidak ada peremajaan instalasi listrik, itu sangat rawan. Apalagi kalau kosong dan tidak ada yang mengawasi,” ujarnya.

Eddy juga mengingatkan bahwa kerusakan instalasi dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kabel yang digigit tikus hingga lapisan isolasi terbuka. Ketika aliran listrik kembali normal setelah pemadaman, kondisi tersebut dapat memicu hubungan arus pendek yang berujung pada kebakaran.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa instalasi listrik, menggunakan material berstandar SNI, serta melakukan peremajaan instalasi pada bangunan yang sudah berusia tua guna mengurangi risiko kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....