Pemadaman Bergilir PLN Tekan Omzet Perajin Donat di Kubu Raya

  • 06 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya – Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan PLN di sejumlah wilayah Kalimantan Barat akibat gangguan kebocoran boiler PLTU mulai berdampak pada pelaku usaha kecil. Salah satunya dirasakan pelaku usaha donat dan roti di Ambawang Kuala, Kabupaten Kubu Raya, yang terpaksa menghentikan produksi selama tiga hari.

Pelaku usaha donat dan roti, Ita Susanti, mengaku pemadaman yang mayoritas terjadi pada malam hari membuat proses produksi tidak dapat dilakukan.

“Padahal, seluruh adonan disiapkan pada malam hari agar dapat didistribusikan ke warung-warung sejak pagi,” kata Ita Susanti, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Ita, proses pembuatan donat membutuhkan waktu cukup lama, mulai dari mengolah adonan menggunakan mixer listrik, fermentasi, hingga penggorengan. Kondisi gelap saat listrik padam membuat seluruh tahapan produksi menjadi tidak maksimal meski menggunakan penerangan darurat.

Akibatnya, selama tiga hari terakhir ia tidak dapat memproduksi donat maupun roti. Kondisi tersebut membuat pasokan ke sejumlah warung terhenti sehingga tidak ada pemasukan dari hasil penjualan.

“Cuman kita ini agak takut-takut gak jadi buat gue tuh jadi takut gitu Masih Nunggu-nunggu lah gimana gitu ya Mati atau enggak gitu selama 3 hari itu,” imbuhnya.

Ita mengatakan usahanya sangat bergantung pada listrik karena seluruh proses pengadukan adonan menggunakan mixer. Jika dikerjakan secara manual, waktu produksi menjadi jauh lebih lama dan hasilnya tidak seefektif menggunakan peralatan listrik.

Ia berharap gangguan kelistrikan segera teratasi sehingga jadwal pemadaman bergilir dapat dihentikan. Dengan demikian, aktivitas produksi dapat kembali berjalan normal dan pendapatan pelaku usaha kecil tidak terus menurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....