GAMKI Kalbar Tanggapi Pemadaman Listrik yang Terjadi Beberapa Waktu Lalu
- 10 Jul 2026 18:18 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- GAMKI Kalbar
- Pemadaman Listrik
- Pemulihan Listrik
RRI.CO.ID, Pontianak - Pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah Kota Pontianak beberapa waktu lalu memang jelas dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Aktivitas masyarakat menjadi terganggu karena listrik merupakan kebutuhan yang vital bagi masyarakat. Hal ini juga mendapat tanggapan dari Gerakan Anak Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kalimantan Barat.
Sekretaris DPD GAMKI Provinsi Kalimantan Barat, May Jessy Pangkalant Batuah, menyikapi hal ini dengan sederhana. Menurutnya, jika pemadaman listrik bergilir masih terjadi dalam kurun waktu lebih dari 1 minggu, artinya juga turut menjadi penambahan investasi kesulitan ekonomi masyarakat yang tak berujung.
"Sangat terasa jelas dampak pada kebutuhan pokok rumah tangga (Premier dan Sekunder), khawatirnya akan ada susulan lagi dari SPBU yang tutup karena pemadaman tersebut dan untuk masyarakat mendapatkan BBM secara eceran bisa saja dengan harga tinggi melampaui standard," ungkapnya, Kamis, 9 Juli 2026.
Jessy juga memambahkan, adanya pemadaman listrik beberapa waktu lalu juga dapat berdampak kurang baik bagi pelayanan fasilitas rumah sakit.
"Kita tetap berusaha tenang dalam menyikapi situasi tersebut, namun kita perlu transparansi permasalahan dari pihak terkait agar tidak menimbulkan berbagai macam spekulasi dari masyarakat," ujarnya.
Pemulihan listrik di wilayah Kalimantan Barat dikabarkan akan berlangsung pada 11 atau 12 Juli 2026. Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, menegaskan bahwa PT PLN (Persero) memastikan terus mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat setelah gangguan pada boiler PLTU menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah. Estimasi pemulihan yang semula ditargetkan pada 11 hingga 12 Juli diupayakan dapat selesai lebih cepat.
Shofwan menjelaskan, (dikutip dari RRI.CO.ID, 7 Juli 2026) gangguan pada boiler PLTU yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi Kalimantan Barat berdampak terhadap pasokan listrik di berbagai daerah, termasuk Kota Pontianak. Meski estimasi pemulihan berada pada 11 sampai 12 Juli, PLN terus melakukan percepatan agar layanan dapat kembali normal secepat mungkin.
"Kami tetap berupaya melakukan percepatan pemulihan. Durasi pemadaman sudah semakin singkat. Yang tadinya enam jam menjadi sekitar empat jam, kemudian sesi pemadaman yang sebelumnya tiga kali kini menjadi dua kali. Untuk pagi hari juga sudah berhasil kami amankan sehingga tidak ada pemadaman," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....