BI Optimistis Hilirisasi Dongkrak Investasi dan Ekonomi Kalbar

  • 01 Jul 2026 13:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Hilirisasi industri mulai menunjukkan dampaknya di Kalimantan Barat (Kalbar). Bank Indonesia (BI) menilai hadirnya industri pengolahan mineral menjadi momentum penting untuk meningkatkan investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan nilai tambah komoditas.

Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya, mengatakan prospek investasi di Kalbar semakin menjanjikan seiring mulai berjalannya sejumlah proyek hilirisasi, baik yang didukung pemerintah maupun swasta. Menurutnya, kebijakan hilirisasi tidak hanya menarik investasi baru, tetapi juga mengubah struktur ekonomi daerah menjadi lebih bernilai.

"Selama ini struktur perekonomian Kalbar masih didominasi sektor perkebunan dan industri pengolahan crude palm oil (CPO). Dengan adanya hilirisasi bauksit menjadi alumina, bahkan hingga aluminium, tentu akan terjadi peningkatan nilai tambah komoditas yang menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi," kata Doni.

Ia menjelaskan, pengolahan bahan baku di dalam negeri memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar dibandingkan hanya mengekspor komoditas dalam bentuk mentah. Peningkatan nilai tambah tersebut akan memperbesar skala ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong berkembangnya berbagai sektor usaha pendukung.

Menurut Doni, jika proyek-proyek hilirisasi terus berkembang, target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat di kisaran 5 hingga 6 persen bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai dalam waktu dekat.

"Ketika nilai tambah meningkat, produktivitas ikut naik dan skala ekonomi menjadi lebih besar. Dampaknya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang semakin kuat," ujarnya.

Meski demikian, Doni menegaskan keberhasilan hilirisasi sangat bergantung pada kemudahan berinvestasi. Pemerintah dinilai perlu memastikan kepastian hukum, penyediaan lahan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan sistem logistik agar aktivitas industri dapat berjalan lebih efisien.

"Kemudahan investasi harus terus diperkuat, mulai dari penyediaan lahan, infrastruktur hingga logistik. Dengan begitu, pergerakan komoditas semakin lancar dan gangguan terhadap operasional industri dapat diminimalkan," ucapnya.

Bank Indonesia optimistis hilirisasi akan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat. Selain meningkatkan investasi, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah melalui pengembangan industri berbasis nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Baca juga: BI Kalbar Waspadai Tekanan Global terhadap Stabilitas Rupiah

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....