Rabbani Khatulistiwa 2026 Perkuat Ekosistem Halal Kalbar
- 19 Jun 2026 16:18 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Rabbani Khatulistiwa 2026 Perkuat Ekosistem Halal Kalbar Ekonomi dan keuangan syariah semakin menunjukkan peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2026, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekonomi syariah. Indonesia juga berhasil menduduki peringkat pertama dunia pada sektor modest fashion dan peringkat ketiga pada sektor halal food.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar halal nasional yang perlu didukung melalui penguatan ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari produksi, pembiayaan, hingga akses pasar.
Di tingkat daerah, Kalimantan Barat memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. Potensi itu didukung oleh lebih dari 338 ribu UMKM dan 5.173 pelaku usaha halal yang tersebar di berbagai sektor usaha.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat yang mencapai 6,14 persen secara tahunan pada triwulan pertama 2026 menjadi modal kuat untuk mempercepat pengembangan ekonomi berbasis syariah.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu dihadapi, mulai dari peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah, perluasan sertifikasi halal, hingga penguatan akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha.
Menjawab tantangan tersebut, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Komite Daerah Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar resmi membuka rangkaian Aksi Kolaborasi Membangun Ekonomi Syariah Khatulistiwa atau Rabbani Khatulistiwa 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Rantai Nilai Halal dan Halal Lifestyle untuk Kemandirian Pesantren dan Umat Kalimantan Barat” ini menjadi bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat dihadiri berbagai unsur pemerintah, regulator, akademisi, pondok pesantren, perbankan, pelaku usaha, dan komunitas ekonomi syariah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengatakan pengembangan ekonomi syariah daerah difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan halal value chain, penguatan keuangan dan sosial syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah.
"Melalui Rabbani Khatulistiwa 2026, kami ingin meningkatkan awareness dan partisipasi seluruh stakeholder, memperkuat kapasitas pelaku usaha syariah, serta membangun konektivitas ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat di Kalimantan Barat," ujar Doni.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, H. Harisson, mengapresiasi sinergi yang dibangun berbagai pihak dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di daerah.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendukung penguatan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan serta meningkatkan daya saing daerah menuju Anugerah Adinata Syariah 2027," kata Harisson.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, Rabbani Khatulistiwa 2026 menargetkan terciptanya business matching pembiayaan sebesar Rp4,2 miliar dan penjualan produk UMKM mencapai Rp2,65 miliar. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan Dashboard Portal Data Eksyar SIAR Kalbar, pengenalan Garda Muda Eksyar Kalbar, serta pengukuhan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Indonesia Kalbar.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 18 hingga 20 Juni 2026 ini menghadirkan berbagai program seperti Sharia Forum, Sharia Fair, Rabbani Future Business, Halal Mart, Wakaf Coffee Corner, coaching clinic, kompetisi ekonomi syariah, hingga pengembangan UMKM dan pesantren. Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Rabbani Khatulistiwa diharapkan mampu memperkuat ekosistem halal Kalimantan Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: LPPOM Kalbar Siap Hadapi Penerapan Wajib Halal 2026
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....