20 Mesin Pemadam Disalurkan ke Enam KPH untuk Perkuat Atasi Karhutla
- 03 Agt 2026 20:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Upaya memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dilakukan dengan meningkatkan kesiapan peralatan pemadam di tingkat tapak. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan 20 unit mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), Senin, 3 Agustus 2026.
Kepala DLHK Kalbar Adi Yani mengatakan bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas di tingkat tapak untuk mencegah dan menangani karhutla sekaligus mengurangi pelepasan emisi karbon.
“Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon,” katanya.
Enam UPT KPH penerima bantuan meliputi wilayah Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau. Adi Yani mengatakan peralatan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Peduli Api yang dibentuk DLHK dan mendapat pembinaan dari masing-masing UPT KPH.
Kelompok tersebut akan menggunakan peralatan untuk mendukung kegiatan penanggulangan karhutla di desa-desa yang memiliki kerawanan kebakaran. Ia meminta para kepala KPH dan operator pompa memastikan peralatan digunakan sesuai fungsinya serta dirawat secara berkala.
“Agar peralatan ini selalu dalam kondisi siap pakai dan mampu meminimalisir risiko karhutla di wilayah kerja masing-masing,” katanya.
Penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Penguatan dan Perluasan Dukungan untuk Pelaksanaan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Provinsi Kalimantan Barat.
Pendanaan program bersumber dari Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 periode 2014-2016. Dana tersebut dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Bentang Kalimantan Tangguh (BKT) sebagai lembaga perantara.
Adi Yani mengatakan pengalaman penanganan karhutla di Kalimantan Barat terus berkembang. Ia mencontohkan kebakaran besar pada 1997 yang saat itu ditangani dengan keterbatasan peralatan serta belum kuatnya penerapan sanksi.
“Dulu memadamkan api sampai dibantu pihak Bomba dari negeri tetangga, namun setelah kebakaran berulang, kita mulai melatih tim pemadam dan mendorong penerapan sanksi,” ucapnya.
Ia menegaskan dampak karhutla tidak sebatas hilangnya tutupan hutan. Deforestasi dan degradasi lahan juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi. Karena itu, upaya pengendalian emisi juga dilakukan melalui kegiatan penanaman untuk meningkatkan penyerapan karbon.
Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky mengatakan dukungan terhadap mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Kalimantan Barat akan terus dilakukan.
“Penyerahan unit mesin pemadam api ini merupakan langkah nyata kita bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan di tingkat tapak—khususnya bagi para petugas dan operator pompa di UPT KPH yang menjadi garis terdepan penanganan karhutla,” katnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat digunakan dan dirawat secara optimal untuk meningkatkan efektivitas penanganan karhutla.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Hairil Anwar mengatakan penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan di Kalimantan Barat menunjukkan kinerja positif.
“Dari kinerja tersebutlah kita mendapatkan dukungan pendanaan untuk mengatasi perubahan iklim di Kalbar, termasuk penyerahan alat pemadam kebakaran hari ini,” ucapnya.
Baca juga: Kubu Raya Perkuat Strategi Hadapi Puncak Ancaman Karhutla
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....