KPAD: Pengawasan Orangtua Kunci Lindungi Anak di Era Digital

  • 23 Mei 2026 17:45 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pendekatan kasih sayang dan pengawasan orangtua dinilai sangat penting menghadapi tantangan anak di era digitalisasi saat ini. Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Pontianak, Niyah Nurniyati membenarkan fenomena banyak orangtua yang akhirnya kalah menghadapi anak, terutama setelah terlanjur memberikan handphone tanpa aturan yang jelas.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat anak semakin sulit diatur dan orangtua memilih membebaskan penggunaan handphone demi menghindari konflik. “Jadi harus diatur, diberikan batasan-batasan, karena HP atau media sosial ini sekarang seperti pisau bermata dua atau seperti api. Kalau kecil aman dan berguna, tetapi kalau besar bisa terbakar dan membahayakan anak. Jadi ini yang harus diperhatikan oleh semua pihak, terutama orangtua,” ujar Niyah.

Niyah menekankan besarnya peran orangtua karena hampir 24 jam bersama anak-anak. Karena itu, pemberian fasilitas terutama handphone tidak boleh dilakukan secara penuh tanpa pengawasan, melainkan harus disertai batasan dan kontrol dari keluarga.

Menurutnya, tantangan terbesar di era digitalisasi saat ini tetap berada di lingkungan keluarga. Berdasarkan berbagai kasus yang ditangani KPAD, seperti anak jalanan, permasalahan yang muncul sebenarnya berawal dari keluarga sebagai hulunya.

KPAD pun mendorong pemerintah agar lebih fokus terhadap implementasi program ketahanan keluarga. Negara dinilai perlu merumuskan langkah konkret agar orangtua benar-benar memberikan perhatian dan pengawasan maksimal kepada anak-anak mereka.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan literasi digital di lingkungan keluarga perlu menjadi perhatian bersama agar anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami risiko dan etika dalam bermedia sosial.

Edukasi tersebut, menurutnya, harus dimulai sejak dini melalui komunikasi yang hangat antara orangtua dan anak, sehingga pengawasan tidak hanya bersifat membatasi, tetapi juga membimbing. Dengan demikian, diharapkan terbentuk generasi yang lebih bijak, sehat secara mental, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital.

Baca juga: KPAD Pontianak Dorong Perlindungan Anak di Momentum Harkitnas

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....