Waspadai Deepfake, Modus Penipuan Digital Kian Marak
- 03 Jun 2026 13:00 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Masyarakat diminta semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang kini berkembang dengan teknologi canggih. Akademisi Universitas BSI Pontianak, Wanty Eka Jayanti, mengingatkan bahwa pelaku kejahatan siber terus mencari cara baru untuk menipu korban, mulai dari investasi bodong hingga penyalahgunaan teknologi deepfake.
Menurut Wanty, deepfake saat ini menjadi salah satu modus yang tengah marak terjadi di tengah masyarakat. Teknologi tersebut memungkinkan pelaku meniru suara, wajah, bahkan ekspresi seseorang yang dikenal korban, termasuk anggota keluarga maupun teman dekat. Akibatnya, korban kerap kesulitan membedakan mana komunikasi yang asli dan mana yang merupakan rekayasa digital.
Wanty menjelaskan, pelaku biasanya memanfaatkan informasi pribadi yang tersebar di media sosial untuk membangun kepercayaan korban. Foto keluarga, nama kerabat, hingga hubungan pertemanan yang dipublikasikan secara terbuka sering dijadikan bahan untuk membuat skenario penipuan yang meyakinkan.
“Masyarakat disarankan untuk tidak langsung percaya apabila menerima panggilan, pesan, atau permintaan tertentu yang mengatasnamakan keluarga maupun kerabat. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa nomor telepon yang digunakan dan memastikan apakah benar milik orang yang bersangkutan,” katanya, Rabu, 3 Juni 2026.
| Baca juga: Ibu-Ibu Rentan Korban Penipuan Digital |
Selain itu, verifikasi ulang melalui saluran komunikasi lain sangat penting sebelum mengirimkan uang, memberikan data pribadi, atau memenuhi permintaan tertentu. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan lebih bijak dalam membagikan informasi di media sosial, masyarakat dapat terhindar dari berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih.
Baca juga: KPAD: Pengawasan Orangtua Kunci Lindungi Anak di Era Digital
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....