Berlayar ke Tiga Negara, Pemuda Asal Pontianak Kenalkan Budaya Indonesia

  • 29 Apr 2026 13:07 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Peran pemuda dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional kembali menjadi sorotan melalui program pertukaran budaya Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) ke-49. Hal ini disampaikan oleh Adinda Yudiatmira Ramadhani, delegasi Indonesia dalam program tersebut, pada Kamis, 23 April 2026.

SSEAYP merupakan program kerja sama antara pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan pemerintah Jepang yang telah berlangsung sejak tahun 1974. Program ini bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan dan kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara dan Jepang melalui peran aktif pemuda.

Dokumentasi Kegiatan SSEAYP (Foto: Dokumen Dinda)

Dinda menjelaskan bahwa program ini menyasar pemuda berusia 18 hingga 30 tahun yang memiliki jiwa kepemimpinan serta ketertarikan pada isu sosial dan budaya. “Program ini menjadikan pemuda sebagai jembatan untuk menjalin kerja sama dan memperkuat hubungan antarnegara,” ujarnya.

Ia juga menceritakan proses seleksi yang cukup panjang, dimulai dari tingkat daerah hingga nasional yang berlangsung dari Maret hingga Juni 2025. Dari proses tersebut, terpilih 16 delegasi Indonesia yang terdiri dari delapan laki-laki dan delapan perempuan.

Keunikan program ini terletak pada konsep pelaksanaannya yang dilakukan di atas kapal Nippon Maru selama 35 hari perjalanan. Delegasi mengunjungi beberapa negara, di antaranya Jepang, Thailand, dan Singapura, sambil mengikuti berbagai kegiatan yang berfokus pada capacity building dan pertukaran budaya.

Penampilan Delegasi Indonesia dalam Program Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) ke-49 (Foto: Dokumentasi Dinda)

Selama program berlangsung, para delegasi Indonesia aktif memperkenalkan budaya Tanah Air melalui berbagai kegiatan. “Untuk Indonesia sendiri, kami mengadakan workshop aksara, mengajarkan teman-teman menulis aksara Jawa, Bali, dan Sumatra. Kami juga ada kegiatan membatik,” kata Adinda.

Selain itu, delegasi Indonesia juga memperkenalkan kuliner khas melalui kegiatan seperti noodle party dan coffee party. Tidak hanya itu, pada sesi national performance, Indonesia menampilkan teater musikal berdurasi satu jam 30 menit yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara.

Dinda menilai proses pertukaran budaya dalam program ini berlangsung dengan sangat interaktif dan menyenangkan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pemuda, khususnya di Kalimantan Barat, untuk berani mencoba peluang di tingkat internasional.

“Buat teman-teman di Kalbar, jangan insecure duluan kalau mau ikut program internasional atau exchange. Karena tenang aja kalau kita udah coba pasti ada jalan lainnya yang kebuka,” ucapnya.

Baca juga: Perjuangan Perempuan Masa Kini Tantangan di Era Digital

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....