Kolaborasi Tim Gabungan Translokasi Orangutan di Kayong Utara

  • 26 Apr 2026 12:53 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kayong Utara - Tim gabungan dari BKSDA Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Balai Taman Nasional Gunung Palung, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), TNI-Polri, serta masyarakat berhasil mengevakuasi dan mentranslokasi satu individu orangutan dari Dusun Pemangkat Jaya, Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, pada Kamis 23 April 2026.

‎Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga terkait kemunculan orangutan di area perkebunan kelapa dan karet sejak akhir tahun lalu. Dalam sepekan terakhir, satwa tersebut menetap di kebun kelapa warga, sehingga menimbulkan kerugian dan kekhawatiran.

‎Asisten Manager Orangutan Protection Unit YIARI, Muhadi, menjelaskan translokasi dilakukan sebagai langkah terakhir setelah berbagai upaya penanganan lain dipertimbangkan.

‎“Langkah ini untuk menjamin keselamatan orangutan sekaligus mengurangi potensi konflik dengan manusia,” ujarnya, Minggu 26 April 2026.

‎Tim tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB dan melakukan evakuasi menggunakan senapan bius dengan prosedur medis ketat oleh dokter hewan. Hasil pemeriksaan menunjukkan orangutan dalam kondisi sehat meski sempat mengalami luka ringan yang telah sembuh.

‎Selanjutnya, orangutan dipindahkan ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung yang dinilai aman dan memiliki ketersediaan pakan cukup. Perjalanan menuju lokasi pelepasliaran ditempuh sekitar dua jam melalui jalur darat dan air.

‎Saat dilepaskan, orangutan menunjukkan perilaku liar dan langsung bergerak menjauh ke dalam hutan, menandakan kesiapan untuk kembali hidup di habitat alaminya.

‎Kepala Balai KSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam proses ini. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian orangutan sekaligus mencegah konflik dengan manusia.

‎Sementara itu, Balai Taman Nasional Gunung Palung menegaskan komitmennya menjaga kawasan konservasi sebagai habitat aman bagi satwa liar. YIARI juga menyoroti pentingnya perencanaan tata guna lahan yang berkelanjutan, mengingat semakin sempitnya ruang hidup orangutan akibat perubahan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....