Kelas Bakti Penyiaran Jadi Ruang Belajar Baru Anak Muda Kalbar
- 18 Apr 2026 23:27 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap dunia penyiaran melalui program unggulan bertajuk “Kelas Bakti Penyiaran”. Program ini diperkenalkan dalam dialog NGOPI (Ngobrolin Prestasi dan Informasi) bersama Komisioner KPID Kalimantan Barat, Dea Citra Rahmatika, pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam dialog tersebut, Dea menjelaskan bahwa KPID memiliki peran penting dalam mengawasi ruang siaran agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik. “KPID bertugas mengawasi ruang siaran agar digunakan sebaik-baiknya untuk edukasi, penyebaran informasi, dan tujuan yang selaras dengan pembangunan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan tersebut mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Aturan ini menjadi acuan dalam menentukan konten yang layak dan tidak layak untuk disiarkan kepada masyarakat. “P3SPS ini mengatur do’s and don’ts, apa saja yang boleh dan tidak boleh ditayangkan dalam siaran,” jelasnya.

(Dea Citra Rahmatika dalam Dialog Ngobrolin Prestasi dan Informasi (NGOPI) - Kelas Bakti Penyiaran)
Melalui program Kelas Bakti Penyiaran, KPID Kalimantan Barat ingin lebih mendekatkan masyarakat dengan lembaga penyiaran. Program ini juga menjadi sarana edukasi terkait pentingnya memilih siaran yang sehat, berkualitas, dan bermanfaat di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurut Dea, keterampilan yang dimiliki insan penyiaran saat ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital. “Skill insan penyiaran sebenarnya sangat dibutuhkan di era sekarang, sehingga kami ingin mendekatkan kembali masyarakat dengan dunia penyiaran,” katanya. Ia juga menekankan bahwa lembaga penyiaran memiliki peran sebagai filter di tengah maraknya informasi hoaks.
Program ini menyasar mahasiswa, pelajar, hingga komunitas sebagai peserta utama. KPID Kalbar membuka peluang bagi pihak yang ingin mengikuti pelatihan dengan menghubungi media sosial resmi mereka. “Siapa pun yang ingin mendapatkan pelatihan bisa menghubungi kami, karena program ini berbasis kemitraan,” ujarnya.
Kelas Bakti Penyiaran dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026, bekerja sama dengan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tanjungpura. Pelatihan akan berlangsung selama setengah hari, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, dengan dua materi utama yakni sosialisasi siaran sehat dan pelatihan soft skill reportase.
Selain itu, peserta juga dapat memilih berbagai jenis pelatihan seperti voice over, videografi, media handling, dan public speaking. Setiap sesi dilengkapi praktik langsung dengan jumlah peserta sekitar 20 hingga 40 orang agar pelatihan lebih optimal. “Harapannya, peserta bisa memiliki pengetahuan dan pengalaman dasar di bidang penyiaran serta semakin dekat dengan lembaga penyiaran,” pungkas Dea.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....