Biaya Kontainer Naik, Harga Barang Ikut Melonjak

  • 08 Apr 2026 11:22 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kondisi pasokan barang kebutuhan masyarakat di Pontianak saat ini mengalami tekanan serius akibat terganggunya distribusi dari luar daerah. Penurunan suplai ini berdampak langsung pada kenaikan harga sejumlah komoditas dan memicu gejala inflasi.

Masalah diperparah oleh tidak optimalnya kinerja crane di Pelabuhan Dwikora Pontianak yang menyebabkan antrean kapal. Dampaknya, arus keluar masuk barang di pelabuhan tersebut turun hingga 50 persen dari kapasitas normal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pontianak, Adreas Acui Simanjaya, mengatakan kondisi ini membuat stok barang di pasaran semakin menipis. “Hal ini mengakibatkan stok barang berkurang dan memicu kenaikan harga akibat kelangkaan barang keperluan konsumsi masyarakat,” ujarnya di Pontianak, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan, sejumlah komoditas mulai terdampak, seperti air minum dalam kemasan dari luar Kalbar, susu, beras, minyak goreng, hingga produk plastik seperti kotak mika. “Barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula sudah mulai naik karena biaya kontainer yang meningkat drastis. Saat ini harga kontainer sudah mencapai sekitar Rp15 juta,” katanya.

Menurutnya, tekanan harga tidak hanya berasal dari distribusi, tetapi juga dari sisi produsen. “Wilayah luar Pulau Jawa mengalami dua jenis kenaikan sekaligus, yakni kenaikan biaya kontainer dan kenaikan harga dari produsen. Ini yang membuat harga di daerah semakin tertekan,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tren kenaikan biaya logistik sudah terjadi sejak awal tahun 2026. “Awalnya dari Rp10 juta, naik menjadi Rp12 juta, lalu Maret sudah Rp15 juta per kontainer dari Tanjung Priok ke Pontianak. Bahkan ada rencana kenaikan lagi dalam waktu dekat,” katanya.

Selain itu, faktor global turut memperburuk situasi. “Kenaikan harga bahan bakar non-subsidi dan kondisi geopolitik dunia seperti konflik internasional juga ikut mempengaruhi biaya distribusi dan harga barang,” katanya, menambahkan.

Adreas memperkirakan kenaikan harga masih akan berlanjut, terutama pada produk berbahan baku plastik. “Kemungkinan besar di bulan April ini produsen yang menggunakan bahan baku plastik akan menaikkan harga, karena biaya produksi dan distribusi sama-sama meningkat,” katanya, mengakhiri.

Baca juga: Truk Kontainer Terguling ke Sungai karena Lepas Kendali

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....