Kemenag Kalbar Ikuti Rakor Operasi Ketupat Polda
- 09 Mar 2026 21:19 WIB
- Pontianak
RRI. CO. ID, Pontianak – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menghadiri rapat koordinasi lintas sektoral pelaksanaan Operasi Ketupat pengamanan Idulfitri 1447 Hijriah di Markas Polda Kalbar, Pontianak, Senin 9 Maret 2026.
Dalam rapat tersebut, Kanwil Kemenag Kalbar diwakili Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais), H. Mi’rad. Kehadiran Kemenag bertujuan memperkuat sinergi antar instansi guna memastikan pelaksanaan Ramadan hingga Idul fitri berlangsung aman dan kondusif di Kalbar.
Mi’rad menyampaikan, salah satu hal yang menjadi perhatian Kementerian Agama menjelang Idulfitri adalah penetapan besaran zakat fitrah bagi umat Islam di daerah. Menurutnya, Kementerian Agama bersama para ulama dan lembaga terkait telah berkoordinasi untuk menetapkan besaran zakat fitrah yang disesuaikan dengan harga beras yang berlaku di masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat fitrah melalui amil zakat yang resmi dan terpercaya, baik melalui masjid maupun lembaga pengelola zakat, sehingga distribusinya dapat tepat sasaran kepada para mustahik,” kata Mi’rad.
Selain itu, Kemenag juga mendorong gerakan “Masjid Ramah Pemudik” menjelang arus mudik Lebaran. Program ini mengajak pengurus masjid di sepanjang jalur mudik membuka masjid selama 24 jam untuk melayani pemudik.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang pelayanan sosial bagi masyarakat. Karena itu kami mengajak pengurus masjid di jalur mudik agar turut berpartisipasi menyediakan layanan bagi pemudik,” ujarnya.
Mi’rad juga menyinggung kemungkinan adanya perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Ia menyebut Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan awal Syawal melalui sidang isbat yang mengacu pada hasil rukyat dan perhitungan hisab.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga sikap saling menghormati apabila terdapat perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idulfitri,” ucap Mi’rad.
Ia menegaskan perbedaan dalam penentuan hari raya merupakan hal yang sudah lama terjadi dalam tradisi umat Islam dan perlu disikapi secara bijak dengan tetap menjaga kerukunan.
Rapat koordinasi Operasi Ketupat tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya guna memastikan pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Kalimantan Barat berjalan aman dan lancar.
Baca juga: Dirpamobvit Polda Kalbar Cek Kesiapan Ops Liong Kapuas 2026 di Bengkayang
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....