6.169 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Ketapang dan Kubu Raya Terbanyak
- 01 Sep 2026 17:53 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Titik api karhutla
- Wilayah Kalimantan Barat
- Data BMKG
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Sebanyak 6.169 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 31 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.
Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan dari ribuan titik panas tersebut, sebanyak 284 titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi dan diduga sebagai titik api.
Menurut Daniel, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi paling banyak terdeteksi di Kabupaten Ketapang dengan 111 titik, disusul Kabupaten Kubu Raya sebanyak 42 titik. Sementara titik panas di kabupaten lainnya tersebar dengan jumlah yang bervariasi.
“Yang tingkat kepercayaan tinggi ini yang didorong oleh Satgas Darat dan Satgas Udara untuk dilakukan verifikasi dan validasi, apakah titik tersebut merupakan titik api atau bukan,” ujar Daniel, saat berada di salah satu lokasi karhutla, kawasan Parit Haji Muksin, Kubu Raya, Selasa, 1 September 2026.
Daniel menjelaskan, data satelit tidak selalu menunjukkan keberadaan api secara langsung. Pantulan dari benda tertentu di permukaan juga dapat terbaca sebagai titik panas.
Daniel menambahkan, salah satu lokasi yang menjadi perhatian saat ini berada di kawasan yang masuk kategori Areal Penggunaan Lain (APL). Lahan tersebut merupakan lahan gambut yang sebelumnya telah terbakar dan dipadamkan, namun kembali terbakar.
Karakteristik lahan gambut yang mudah menyimpan bara di bawah permukaan membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan khusus.
“Kalau lahan mineral yang terbakar biasanya hanya permukaannya, sedangkan di lahan gambut yang terbakar itu permukaan atas dan bawah. Ketika api sudah tidak terlihat tetapi masih ada asap, berarti pembakaran masih terjadi di bawah permukaan,” jelasnya.
Daniel menjelaskan, kedalaman gambut di sejumlah wilayah Kalbar dapat mencapai satu hingga delapan meter. Karena itu, teknik pemadaman harus disesuaikan, salah satunya dengan mengarahkan nozzle selang ke bawah agar air dapat mencapai bagian gambut yang terbakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....