ARMY Kalbar Gelar Talkshow Hari Santri Nasional

  • 18 Okt 2025 21:43 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Aliansi Remaja Muda Yakorma (ARMY) Kalimantan Barat (Kalbar) mengadakan Talkshow Hari Santri Nasional 2025 dengan tema “Tragedi, Framing, dan Keteguhan Santri: Menjaga Marwah Pesantren di Era Digital". Kegiatan berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak pada Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk refleksi dan komitmen santri dalam menjaga nilai-nilai pesantren di tengah tantangan dunia digital yang semakin kompleks.

Talkshow ini merupakan hasil kolaborasi ARMY Kalbar dengan beberapa organisasi kemahasiswaan alumni pesantren di Kalbar, di antaranya Ikatan Mahasiswa Darussholah (Ikamada) Kalbar, Forum Komunikasi Mahasiswa Darunnasyiin (FKMD) Kalbar, Himpunan Mahasiswa Darul Tolibin (HMDT) Kalbar, IPPNU dan Ikatan Mahasiswa Almujtahid (IMA).

Foto bersama saat Aliansi Remaja Muda Yakorma (ARMY) Kalimantan Barat mengadakan Talkshow Hari Santri Nasional 2025 dengan tema “Tragedi, Framing, dan Keteguhan Santri: Menjaga Marwah Pesantren di Era Digital". Berlangsung di Aula Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pontianak pada Sabtu (18/10/2025).

Ketua ARMY Kalbar, Ahmad Salim menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat santri dalam menghadapi tantangan zaman.

“Santri tidak hanya harus kuat dalam ilmu agama, tetapi juga cerdas dan tangguh dalam menghadapi arus informasi serta framing media yang bisa mempengaruhi citra pesantren. Melalui diskusi ini, kita ingin menegaskan bahwa santri adalah penjaga moral bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Mustakim Lespatih menjelaskan, bahwa tema ini dipilih karena adanya fenomena pemberitaan yang kurang berimbang terhadap dunia pesantren.

“Seringkali tragedi di lingkungan pesantren diberitakan dengan framing negatif. Padahal di balik itu ada nilai-nilai gotong royong, keteguhan, dan semangat kebersamaan yang tidak muncul di permukaan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang klarifikasi dan refleksi bersama,” ucapnya.

Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari Pemerintah Kota Pontianak hadir langsung Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Legislatif Kota Pontianak dihadiri oleh Anggota DPRD Pontianak Munaji sekaligus sebagai ketua Yakorma Kalbar, akademisi, dan pengasuh pesantren.

Masing-masing memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana menjaga marwah pesantren di era digital, serta peran santri dalam membangun citra positif di ruang publik.


Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kampus, pondok pesantren, serta organisasi kepemudaan. Suasana berlangsung interaktif, penuh semangat, dan sarat nilai kebangsaan serta keislaman.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ARMY Kalbar berharap semangat santri tidak hanya diperingati setiap tanggal 22 Oktober, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga marwah pesantren dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah derasnya arus digitalisasi. (oki)

Baca juga: SPPG Yakorma di Sungai Selamat Pontianak Siap Beroperasi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....