Digital Detox Ramadhan, Anak Muda Diajak Kurangi Ketergantungan Gadget

  • 14 Mar 2026 11:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Fenomena penggunaan gadget yang berlebihan semakin sering terjadi di kalangan anak muda. Di bulan suci Ramadan, momen ini dinilai tepat untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap gawai melalui gerakan digital detox atau membatasi penggunaan perangkat digital.

Dalam program siaran RONDA (Ruang Obrolan Pro2) Pontianak, Senin, 9 Maret 2026, Ade (komunitas First Web) menjelaskan bahwa digital detox bukan berarti meninggalkan teknologi sepenuhnya, melainkan membatasi penggunaan perangkat digital agar tidak berlebihan. “Digital detox itu sebenarnya mengurangi atau membatasi aktivitas kita dengan perangkat digital seperti handphone, laptop, atau komputer,” katanya.

Ade mengatakan, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperbaiki kebiasaan sehari-hari, termasuk dalam mengatur waktu penggunaan media sosial. Selama sebelas bulan sebelumnya banyak orang disibukkan dengan pekerjaan dan aktivitas digital, sehingga Ramadhan bisa menjadi waktu untuk kembali menata pola hidup.

Ade juga mengungkapkan bahwa rata-rata remaja di Indonesia dapat menghabiskan waktu hingga enam sampai tujuh jam setiap hari berhadapan dengan layar gadget. Kondisi tersebut jika tidak dikontrol dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.

“Dampaknya bisa kecanduan, lupa menikmati waktu di dunia nyata, bahkan muncul kecemasan ketika kita jauh dari handphone,” ucapnya.

Menurutnya, langkah awal digital detox bisa dimulai dari hal kecil, seperti mengurangi penggunaan ponsel sebelum sahur, setelah salat, maupun menjelang waktu berbuka puasa. Cara ini dinilai efektif untuk melatih kedisiplinan dalam menggunakan gadget.

Ade menambahkan bahwa digital detox tidak harus dilakukan secara ekstrem dengan langsung berhenti total dari internet. Yang terpenting adalah mengurangi kebiasaan scrolling media sosial yang tidak perlu.

“Kalau digital detox itu bukan berarti kita menghilang dari internet, tapi mengurangi durasi penggunaan. Misalnya yang biasanya tiga sampai empat jam, kita kurangi secara bertahap,” katanya.

Selain membatasi penggunaan gadget, masyarakat juga dianjurkan mengganti waktu luang dengan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti membaca buku, berolahraga, bersepeda, atau melakukan kegiatan sosial.

Dengan cara tersebut, Ramadan tidak hanya menjadi waktu menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki kebiasaan digital agar lebih sehat dan produktif, terlebih di Ramadhan yang sudah hampir di penghujung bulan.

Baca juga: Luka Tak Terlihat Bisa Picu Trauma Psikologis Berkepanjangan Serius

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....