Ramadhan di Perantauan, Anak Muda Wajib Jaga Keteguhan Iman
- 02 Mar 2026 11:00 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Program Ronda Ramadhan di RRI Pro 2 Pontianak, Senin, 23 Februari 2026, mengangkat diskusi reflektif bertajuk “Ramadhan so far masih kuat atau sudah kendor?” bersama Fatah, mahasiswa perantauan asal Pontianak yang kini menempuh studi di Yogyakarta.
Dalam siaran yang dipandu Naufal di frekuensi 101,8 FM, Fatah berbagi pengalaman menjalani puasa jauh dari keluarga. Ia mengakui ada tantangan emosional, namun tidak sampai menggoyahkan komitmen ibadahnya.
“Rasanya agak berat sedikit karena jauh dari rumah, tapi tidak terlalu terkejut. Empat tahun lalu saya juga pernah puasa di Jawa,” ujar Fatah saat dihubungi melalui Zoom.
Mahasiswa yang tergabung dalam komunitas “First Web” ini menilai bahwa naik-turunnya iman adalah hal yang wajar, terutama di kalangan anak muda. Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran diri dan kerendahan hati dalam menjaga konsistensi ibadah.
“Iman itu memang sifatnya naik turun. Yang paling penting adalah menyadari keterbatasan diri, jangan memaksakan target ibadah yang berlebihan,” tutur Fatah.
Fatah juga menyoroti fenomena masjid yang ramai di awal Ramadhan namun mulai sepi memasuki pertengahan bulan. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah manajemen energi yang kurang bijak.
“Di awal Ramadhan banyak anak muda terlalu menguras tenaga dan memasang target besar, akhirnya di tengah bulan justru kelelahan,” katanya.
Meski hidup di perantauan dan jauh dari pengawasan keluarga, Fatah menegaskan bahwa lingkungan pergaulan sangat memengaruhi keteguhan iman.
“Circle itu penting. Kalau kita berteman dengan orang-orang yang rajin ke masjid, pola hidup kita juga akan ikut terbentuk,” ujar Fatah.
Ia pun mengaku tetap memprioritaskan salat tarawih di masjid selama tidak ada kegiatan mendesak. Baginya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang menjaga semangat spiritual agar tidak mudah kendor hingga akhir Ramadhan.
“Semoga bisa jadi ruang dialog bagi anak muda untuk berbagi pengalaman, refleksi, dan solusi spiritual agar Ramadhan tidak hanya semangat di awal, tetapi juga konsisten hingga akhir,” ucap Fatah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....