Iftar, Tradisi Berbuka yang Sarat Nilai Spiritual
- 03 Mar 2026 14:51 WIB
- Pontianak
Iftar salah satu istilah unik saat Ramadhan, Iftar adalah momen berbuka puasa yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Dalam tradisi Islam, iftar bukan sekadar waktu untuk makan dan minum, tetapi juga saat penuh rasa syukur dan kebersamaan.
Ketika azan Magrib berkumandang, umat muslim menyegerakan berbuka sebagai bentuk ketaatan dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Suasana ini terasa semakin istimewa terutama pada bulan Ramadan, ketika nilai spiritual dan sosial berpadu dalam satu waktu yang penuh makna.
| Baca juga: Trend Wastra Warnai Ngabuburit Ramadhan |
Secara tradisional, iftar diawali dengan mengonsumsi kurma dan air putih. Kebiasaan ini mengikuti anjuran Rasulullah SAW yang diriwayatkan dalam berbagai hadis. Kurma mengandung gula alami yang membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah berpuasa.
Setelah itu, umat Muslim biasanya melaksanakan salat Magrib sebelum menikmati hidangan utama. Pola ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan karena memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi sebelum menerima makanan dalam jumlah lebih banyak.
Iftar juga menjadi simbol kebersamaan. Banyak keluarga memanfaatkan waktu berbuka untuk berkumpul dan menikmati hidangan bersama. Di berbagai daerah, tradisi buka puasa bersama di masjid, kantor, atau ruang publik menjadi agenda rutin selama Ramadan. Momen ini mempererat silaturahmi, menumbuhkan empati, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.
Selain bernilai sosial dan spiritual, iftar memiliki dimensi kesehatan yang penting. Berbuka dengan makanan bergizi seimbang membantu tubuh memulihkan cairan dan energi yang hilang. Disarankan untuk menghindari konsumsi berlebihan atau makanan terlalu berlemak agar sistem pencernaan tidak terbebani. Pola makan yang bijak saat iftar dapat mendukung manfaat puasa bagi metabolisme dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Pada akhirnya, iftar adalah lebih dari sekadar kegiatan makan setelah berpuasa. Ia merupakan momen refleksi, rasa syukur, dan kebersamaan yang memperkaya pengalaman spiritual. Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, iftar mengajarkan nilai kesederhanaan dan kepedulian, sekaligus menjadi pengingat bahwa nikmat kecil seperti seteguk air dan sebutir kurma memiliki makna yang sangat besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....