Obrolan Sehat Menjelang Buka Puasa, Hindari Gibah di Bulan Ramadan
- 28 Feb 2026 20:06 WIB
- Pontianak
RRI.O.ID, Pontianak - RRI Pontianak kembali menghadirkan pesan-pesan inspiratif dalam program Ramadhan Vaganza edisi Rabu, 25 Februari 2026 atau 7 Ramadhan 1447 H lalu. Melalui segmen “Berkahnya Ramadhan”, pendengar diajak untuk memaknai waktu menunggu buka puasa sebagai momen memperbanyak kebaikan, bukan ajang melampiaskan obrolan yang berujung pada gibah.
Dalam perbincangan yang dipandu Anwar, narasumber Ustadz Agus Rasidi, S.Sos menekankan bahwa tantangan terbesar puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan menjaga lisan serta sikap dalam pergaulan sehari-hari.
Menurutnya, kebiasaan membicarakan keburukan orang lain sering kali muncul saat berkumpul menjelang berbuka puasa. Padahal, perilaku tersebut dapat mengurangi nilai ibadah yang sedang dijalankan.
Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa kebiasaan bergibah kerap muncul tanpa disadari ketika berkumpul atau nongkrong. Padahal, aktivitas ngobrol santai seharusnya bisa diarahkan pada hal-hal yang lebih bermanfaat, seperti berbagi pengalaman positif, saling menguatkan, atau membicarakan hal yang memberi inspirasi.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga ucapan merupakan bagian penting dari kualitas ibadah di bulan Ramadan. Ketika lisan tidak dijaga, maka nilai ibadah puasa berisiko berkurang meskipun secara lahiriah seseorang tetap menahan makan dan minum. Karena itu, ngabuburit idealnya diisi dengan kegiatan yang menumbuhkan keimanan dan memperkuat akhlak.
Selain itu, narasumber mendorong masyarakat untuk menjadikan momen berkumpul sebagai ruang memperbaiki diri. Ngabuburit dapat diisi dengan membaca Al-Qur’an, berdiskusi ringan seputar nilai-nilai kebaikan, atau melakukan kegiatan kreatif yang tidak merugikan orang lain. Cara ini dinilai mampu menjaga suasana Ramadan tetap produktif dan bermakna.
“Bulan Ramadan ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan menjaga lisan. Kalau kita berkumpul lalu membicarakan keburukan orang lain, itu bisa mengurangi nilai puasa kita sendiri,” ujar Ustadz Agus.
Melalui segmen ini, pendengar diajak menyadari bahwa keberkahan Ramadan ditentukan oleh kedalaman ibadah yang dijalani sekaligus tercermin dalam kualitas sikap sehari-hari. Menahan diri dari gibah dipandang sebagai wujud nyata upaya membersihkan hati serta memperbaiki hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....