Trend Wastra Warnai Ngabuburit Ramadhan

  • 28 Feb 2026 21:40 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Program Ramadhan Vaganza edisi Kamis, 26 Februari 2026 atau bertepatan 8 Ramadhan 1447 Hijriah menghadirkan suasana menantikan waktu berbuka puasa dengan nuansa gaya hidup anak muda. Pada segmen awal, Ira, Fatih, dan Budi mengangkat obrolan seputar tren berbusana tradisional yang mulai kembali diminati generasi muda di Pontianak.

Dalam siaran yang juga tayang live di kanal YouTube Pro 2 ini, kehadiran Putra Tarigas, Cesnia, dan Ilham memberi warna tersendiri lewat cerita tentang kebiasaan mengenakan kain tradisional sebagai bagian dari gaya berpakaian sehari-hari. Narasi yang muncul memperlihatkan adanya upaya membangun kedekatan generasi muda dengan identitas budaya lokal melalui pendekatan yang lebih santai.

“Awalnya kami masing-masing sudah suka berkain, lalu terpikir untuk berkumpul supaya lebih percaya diri ketika pakai kain di ruang publik,” kata Putra.

Pembahasan mengenai kain tradisional sebagai bagian dari busana harian menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana warisan budaya bisa hadir di ruang-ruang nongkrong anak muda. Dalam program yang juga didelay oleh Pro 4 ini, menggambaran bahwa kain tradisional tidak lagi identik dengan acara formal semata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kain bisa dipakai untuk aktivitas santai, nongkrong di kafe, atau sekadar jalan sore,” ucap Ilham.

Obrolan berkembang pada cara memadukan kain tradisional dengan busana modern agar tetap nyaman dikenakan. Narasi ini memberi gambaran bahwa pendekatan kreatif menjadi hal yang penting agar budaya tetap hidup di tengah arus tren global.

“Yang penting berani mencoba dulu, nanti lama-lama terbiasa dan punya gaya sendiri,” kata Cesnia.

Dalam siaran yang juga dapat diikuti melalui Pro 1 ini, topik tersebut memperlihatkan dinamika komunitas kreatif anak muda yang berupaya memperkenalkan kembali wastra daerah melalui aktivitas keseharian, bukan sekadar dalam seremoni atau agenda formal.

Segmen awal Ramadhan Vaganza edisi ini memberi ruang bagi cerita tentang identitas, ekspresi diri, serta keberanian tampil berbeda di ruang publik. Pendekatan ringan tersebut menghadirkan sudut pandang bahwa tradisi dapat berjalan seiring dengan gaya hidup urban.

Kehadiran para narasumber dari komunitas kreatif ini memperkaya warna siaran Ramadhan Vaganza, sekaligus memperlihatkan bahwa ngabuburit dapat menjadi ruang berbagi gagasan tentang budaya, mode, dan identitas generasi muda Pontianak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....