BPBD Kalbar Ungkap Pontianak Masih Diselimuti Kabut Asap meski Diguyur Hujan
- 05 Okt 2026 15:19 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) mengungkap kabut asap masih menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya, meski dalam beberapa hari terakhir sempat diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Plt. Kepala BPBD Kalbar Ridwan menilai, kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pontianak dan sekitarnya sebenarnya bukan karena adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio mencatat sejak sepekan terakhir hotspot di Kota Pontianak dan wilayah terdekat lainnya seperti Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah sudah zero hotspot.
"Perlu kami pertegas, berdasarkan data yang kami terima dari aplikasi-aplikasi yang kami gunakan selama ini, memang arah anginnya terfokus ke Kota Pontianak dan sekitarnya. Kalau kita bicara sumber kabut asap, kami akui memang wilayah Kalbar masih terdapat wilayah yang terbakar tapi jumlahnya tidak terlalu besar yang berada di wilayah Kabupaten Ketapang. Tapi, jika kami melihat dari aplikasi, memang arah anginnya mengarah ke Kota Pontianak dan beberapa di Kabupate/kota lainnya," kata Ridwan saat menggelar conference press di ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar. Senin, 5 Oktober 2026 siang.
Tetapi, kata Ridwan, kondisi ini tidak perlu mencari siapa yang salah, karena hampir seluruh wilayah Kalimantan ini terbakar. Mulai dari Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), maupun Kalimantan Timur (Kaltim) juga mengalami karhutla dan dari semua wilayah tersebut arah anginnya mengarah ke Provinsi Kalbar.
"Dengan situasi ini, kami tidak menyebutkan secara spesifik arah angin itu dari daerah lain. Kami hanya mengatakan daerah kita (Kalbar) masih ada yang terbakar, walaupun tidak besar. Jika kami menyimpulkan arah angin berasal dari daerah A atau B, berarti kami bisa mengetahui secara pasti angin itu membawa KTP dari daerah A ke Kalbar," ujar Ridwan.
Ridwan menjelaskan, berdasarkan data yang ada, memang arah angin dari Kalimantan lain dan Kalimantan Barat sendiri. BPBD Kalbar juga belum bisa memprediksikan sampai kapan arah angin itu akan berakhir. Karena memang hampir semua wilayah di Kalimantan itu terbakar.
"Tapi yang jelas, khusus di Kota Pontianak yang masuk ke dalam wilayah equator, tentunya pergerakan angin memang sedikit melambat. Sehingga kabut asap tidak bisa hilang seketika meski diguyur hujan," ucap Ridwan, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....